Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

“Anak Abah” Jangan Kampanye Golput, Itu Nggak Bertanggung Jawab

Views
×

“Anak Abah” Jangan Kampanye Golput, Itu Nggak Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini
KPUD
KPUD DKI Jakarta.

KOMA.ID, JAKARTA –Sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai “Anak Abah” menyuarakan akan mencoblos tiga paslon sekaligus di bilik suara dalam Pilkada DKI Jakarta 27 November 2024 mendatang. Hal ini diklaim sebagai bentuk kekecewaan mereka karena Anies Rasyid Baswedan batal dicalonkan sebagai Calon Gubernur oleh PDIP.

Kabar tentang adanya gerakan “Anak Abah” ingin Golput ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Pramono-Rano Beno Muhammad Ibnu. Ia mengaku mendengar ada gerakan ‘Anak Abah’ untuk memilih tiga pasangan calon di Pilkada Jakarta. Ia berharap pemilih ‘Anak Abah’ dapat mengalihkan dukungan ke Pramono Anung dan Rano Karno.

Silakan gulirkan ke bawah

“Timbul gerakan ‘Anak Abah’ yang saat ini, menggelorakan gerakan tusuk tiga Paslon. Tetapi sementara kalau kita melihat perkembangannya, Abahnya sendiri sudah berposisi berfoto bersama dengan Mas Pram dan Bang Doel,” tutur Beno dalam kegiatan Relawan Rano Karno, Warung Garasi Si Doel, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (6/9).

“Mudah-mudahan teman-teman (relawan) bisa meyakinkan teman-teman yang memang harus menjadi loyalis Pak Anies untuk bergabung bersama kita,” tambahnya.

Merespons hal tersebut, Ketua DPP PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Achmad Baidowi (Awiek) mengatakan bahwa golput adalah sikap yang tidak baik dalam iklim demokrasi. Sebab, artinya suara mereka tidak akan dihitung oleh penyelenggara pemilu sebagai suara sah.

Hal ini disampaikan untuk merespons adanya kabar bahwa muncul gerakan dari ‘anak abah’ alias pendukung Anies Baswedan untuk ‘tusuk tiga pasangan calon’ di Pilkada Jakarta.

“Kalau (informasi) itu benar, tentunya tidak baik,” kata Awiek, Sabtu (7/9).

Bahkan, menusuk 3 paslon dalam bilik suara di kerta pemilihan merupakan sikap yang tidak bertanggung jawab. Sebab hal itu bisa dikategorikan sebagai merusak surat suara sah.

“Karena merusak surat suara dengan menyoblos tiga itu kan berarti tidak sah, sama halnya dengan golput. Itu tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Oleh sebab itum Awiek pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap menggunakan suara dan hak pilihnya dalam pilkada 2024. Masyarakat diminta untuk tetap memilih yang terbaik dari tiga paslon.

Di mana saat ini sudah ada 3 (tiga) pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk Pilkada Jakarta, sekalipun semua masih dalam tahap kelengkapan berkas.

Mereka antara lain ; pasangan Pramono Anung Wibowo – Rano Karno, pasangan Mochammad Ridwan Kamil – Suswono, dan pasangan Dharma Pongrekun dan Raden Kun Wardana Abyoto.

“Sebaiknya tetep memilih yang terbaik dari yang menurut pemilih dari ketiga calon itu,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua KPUD DKI Jakarta, Wahyu Dinata. Ia pun mengajak semua masyarakat untuk ikut menyalurkan hak suaranya dalam Pilkada Jakarta tanggal 27 November 2024 mendatang. Hal ini menjadi seruan utama KPU sebagai penyelenggara pemilu, agar suara masyarakat dapat tersalurkan dengan baik.

“Pada prinsipnya kami dari KPU DKI mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan benar,” kata Wahyu dalam keterangannya hari ini.

Saat ditanya terkait dengan seruan gerakan “anak abah” yang hendak melakukan pencoblosan terhadap seluruh peserta Pilkada Jakarta, Wahyu pun melarangnya. Ia hanya mengatakan bahwa mekanisme pemilihan umum sudah ada dan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat sebagai pemegang hak suara.

Di mana para pemilih berhak memilih satu dari 3 pasangan calon yang tertera di kerta suara nantinya. Sosok yang dipilih adalah pasangan yang dianggap paling tepat dan layak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur 5 (lima) tahun ke depan untuk Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

“Tentunya mencoblos yang benar, itu ada mekanismenya,” tutur Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu Dinata juga menerangkan bahwa pihaknya akan mengintensifkan kembali sosialisasi kepada masyarakat. Dia menyebut KPU DKI akan mengedukasi pemilih untuk menggunakan hak pilih dengan benar.

“Kami akan mengintensifkan sosialisasi dan edukasi ke pemilih mengenai pentingnya menggunakan hak pilihnya dengan benar,” ujarnya.

Sekadar diketahui, bahwa istilah “anak abah” adalah sebutan bagi para pendukung Anies Rasyid Baswedan. Diksi ini muncul sejak Pilpres 2024, di mana saat itu Anies maju sebagai Calon Presiden 2024 yang diusung oleh PKB, PKS dan NasDem.

Sementara itu, Anies Baswedan gagal maju sebagai bakal calon Gubernur Jakarta lagi setelah ditolak oleh PDIP. Di mana saat itu menjelang akhir pengumuman kandidat, Anies Baswedan sudah berkunjung ke kantor DPD PDIP DKI Jakarta, bahkan di hari pengumuman, ia sudah mengenakan kemeja batik merah ke kantor DPP PDIP dan bertemu dengan Rano Karno. Sayangnya, namanya batal diumumkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Baru-baru ini, di akhir masa pendaftaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2024, Anies sempat akan dicalonkan di Pilgub Jabar untuk berduet dengan Ono Surono yang notabane adalah Ketua PDIP Jabar. Sayangnya di jam-jam terakhir pendaftaran, justru Anies batal maju. Sementara PDIP mencalonkan Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.