Koma.id– Pertikaian antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kian memanas dan menjadi sorotan utama publik. Kedua pihak saling melempar argumentasi yang semakin memperkeruh suasana.
Dalam pernyataannya, Maman Imanulhaq, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, dengan tegas membantah klaim Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, yang menyebut pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Haji 2024 sebagai langkah untuk menyerang PBNU.
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
Pasalnya tidak ada niat sedikitpun dari pihaknya untuk menyerang PBNU melalui Pansus Haji. Melainkan Langkah itu guna memastikan penyelenggaraan haji yang lebih baik.
Sekarang Pejabat Gemar Bohong, Prof Romli Sampai Singgung Lebih Baik Ustadz Jadi Presiden
Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Suleman Tanjung, menegur politikus Golkar Nusron Wahid yang mengkritik pernyataan Gus Yahya terkait Pansus Haji. Suleman menilai kritik Nusron sebagai tindakan yang tidak pantas.
Sementara itu, dinamika konflik ini semakin kompleks dengan adanya aksi demonstrasi yang digelar oleh Gerakan Mahasiswa Penegak Hukum (GMPH). Demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menuntut pengusutan dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh Wakil Ketua DPR, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.













