Koma.id– Perbedaan pernyataan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait rencana pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menuai sorotan tajam. Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto, mengaku masyarakat bingung.
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Widarta, MM CDMP, menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak sosial ekonomi dari pembatasan BBM subsidi. Pasalnya, persoalan ini menampilkan kompleksitas dalam koordinasi kebijakan antardepartemen di tengah tantangan ekonomi yang berat bagi Indonesia.







