Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerah

Bertindak Arogan, Ini Sosok Pria Yang Mengaku Sebagai Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Semarang

Views
×

Bertindak Arogan, Ini Sosok Pria Yang Mengaku Sebagai Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Semarang

Sebarkan artikel ini
Bertindak Arogan, Ini Sosok Pria Yang Mengaku Sebagai Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Semarang
Ketua MPC PP Kabupaten Semarang Ali Imron mengklarifikasi bahwa Wisnu hanya pengurus atau anggota PP bukan Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Semarang.(dok.TangkapanLayar)

Koma.id Telah beredar dan menjadi viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan seorang pria yang melawan arah di jalan dan mengaku sebagai Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Semarang. Dalam video tersebut, pria itu cekcok dengan pengemudi karena kesulitan berpapasan dengan mobilnya di jalan kecil. 

 

Silakan gulirkan ke bawah

Cekcok itu terjadi di Dusun Bandungan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Identitas pria itu pun kini terkuak, ia bernama Wisnu yang merupakan warga setempat. 

 

Dalam video tersebut, Wisnu menanyakan kedudukan perekam yang menghalangi jalannya. Pada saat itu, Wisnu nekat melawan arah di jalan yang sempit membuat mobil tidak bisa berpapasan. Perekam video pun meminta mobil Wisnu itu untuk mepet ke arah kiri. 

 

“Kronologi : Saya dan suami lewat Ds.Kalongan kec.ungaran timur kab.semarang berada di jalur 1 arah yang di mana jalan itu memang sangat sempit dan jika berpapasan antara mobil dan mobil tidak memungkinkan untuk bisa lewat,” unggahan akun Facebook yessyayuaryanii. 

 

Yessy dan suami mengaku tidak menegur soal lawan arah. Mereka hanya meminta pengemudi mobil HRV putih itu untuk menepi ke kiri. 

 

“Diwaktu yang sama, kami (Yang mengendarai mobil suami saya) berpapasan dengan mobil HRV putih seperti yang di video, sebenarnya kami sangat tidak mempermasalahkan Beliau mau melanggar atau sebagainya, karena posisi kami sudah sangat mepet ke kiri juga dengan kondisi jalan yang agak curam ke bawah, posisi di belakang kami juga ada pengendara lain yang menggunakan kendaraan roda 2 dan roda 4. Suami saya berusaha tidak mempermasalahkan apa apa, karena kami juga tahu dan lihat yang mengendarai mobil yang melawan arah adalah seorang Ibu-ibu. Suami saya menurunkan kaca mobil dan menyampaikan ‘Ibu mundur sedikit dan mepet kekiri dulu karena masih ada lahan kosong, karena kalau saya yang mundur tidak memungkinkan karena di belakang kami banyak kendaraan,” lanjut Yessy. 

 

Wisnu yang mengenakan baju batik itu turun dari mobil dan menghampiri Yessy dan suaminya. ‘koe anak e sopo? Iki wilayahku, koe seng mundur’. 

 

Suami Yessy pun menjawab teguran Wisnu dengan sopan. “Pak, kulo mboten anak e sopo sopo, ini saya sama isteri cuma mau berangkat kerja, kita juga berada di jalur yang sesuai dan Bapak sama Ibu ngelawan arah, di belakang kita juga banyak kendaraan yang sesuai jalur gimana saya mau mundur?” 

 

Dalam video tersebut, pria tersebut lantas mengaku jika dirinya adalah Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Semarang. “Saya itu Ketua PP Kabupaten Semarang! Saya lawyer,” katanya. Tak sampai disitu, dalam video itu Wisnu juga terlihat menendang spion mobil, merebut handphone perekam hingga mengancam pengendara mobil tersebut. 

 

Setelah viral, sosok Wisnu pun sontak menjadi sorotan publik. Belakangan diketahui, Wisnu ternyata bukan Ketua PP Kabupaten Semarang seperti yang diakuinya dalam video viral tersebut. 

 

Menanggapi video yang terlanjur tersebar itu, Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Semarang, Ali Imron angkat bicara. “Wisnu adalah seorang pengurus atau anggota Pemuda Pancasila. Mas Wisnu secara tidak sadar mengatasnamakan Ketua Pemuda Pancasila namun hal tersebut adalah bukan,” jelas Ali. 

 

“Saya sangat menyayangkan dan ini menjadi bahan evaluasi kita bersama,” kata Ali Imron, Kamis (11/7). 

 

Diketahui, Wisnu adalah pengurus di Divisi Hukum di MPC PP Kabupaten Semarang. Ia juga adalah seorang pengacara atau lawyer sesuai yang diklaimnya juga. 

Kepala Desa Kalongan Yarmuji mengadakan pertemuan dengan Ali, Wisnu dan Polisi serta perwakilan Bakesbangpol Kabupaten Semarang di rumahnya di Desa Kalongan. “Kami berinisiatif melakukan mediasi untuk menemukan solusi agar tidak menjadikan gaduh. Kedua belah pihak sepakat untuk damai secara kekeluargaan,” kata Yarmuji. Pihak PP Kabupaten Semarang rencananya akan bertemu dengan pihak yang terlibat cekcok dengan Wisnu pada Jumat (12/7/2024). 

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.