Koma.id – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polri akan melibatkan satuan pengamanan (Satpam), unsur potensi masyarakat (Potmas), hingga organisasi kemasyarakatan (Ormas) dalam parade dan upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-79 di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Selasa (7/1). Menurutnya, hal ini sebagai bentuk nyata kemitraan antara institusi Polri dan masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri semata, tapi juga menjadi tanggung jawab bersama. Melalui peringatan ini, kami ingin memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di bidang kamtibmas,” ucap Trunoyudo, di Jakarta, (29/6).
Trunoyudo menuturkan HUT Bhayangkara ke-79 tidak hanya menjadi ajang kebanggan bagi institusi kepolisian, melainkan menjadi momentum kebersamaan antara institusi penegakan hukum dan elemen masyarakat.
“Ini bukan hanya seremoni, tetapi wujud kebersamaan dalam menjaga keamanan lingkungan,” katanya.
Ia membeberkan beberapa organisasi kemasyarakatan yang akan dilibatkan dalam parade seperti Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam). Selain itu, kata Trunoyudo, ada pula kelompok buruh dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
“Menandakan semangat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosail di tengah masyarakat,” terangnya.
Adapun Polri akan mengerahkan 5.800 personel gabungan untuk mengamankan jalannya upacara Hari Bhayangkara ke-79 di kawasan Monas.
“Cukup banyak, hampir sekitar 5.800 personel. Ada yang di jalur, ada yang di tol, ada yang di lokasi utama, banyak sekali titik yang harus diamankan,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho, Sabtu (28/6).
Agus menyebut pengamanan bakal diperkuat lewat keberadaan posko gabungan, mengingat upacara akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Posko tersebut akan berfungsi sebagai pusat kendali informasi dan komunikasi di lapangan, terutama untuk memantau arus lalu lintas dan mengatur titik partai tamu undangan. “Dengan dihadiri presiden, pengamanan tentu harus maksimal,” ujarnya.













