Komaid- Analis ekonomi politik dari FINE Institute, Kusfiardi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap pelemahan nilai tukar Rupiah yang berpotensi mempengaruhi penerimaan negara dari sektor ekspor, dengan dampak yang dirasakan secara signifikan terhadap arus pendapatan dan pengeluaran pemerintah pada tahun mendatang.
Menurut Kusfiardi, strategi diversifikasi ekspor menjadi semakin penting untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh fluktuasi mata uang asing yang tidak stabil.
Menurutnya, dengan nilai tukar Rupiah yang terus melemah secara drastis, Indonesia kini dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Hal ini menciptakan tekanan tambahan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, memaksa langkah-langkah yang lebih hati-hati dan terukur untuk melindungi nilai tukar dan daya saing ekspor negara.
Pelemahan ini juga menggarisbawahi urgensi untuk meningkatkan ketahanan ekonomi nasional, dengan memperkuat sektor-sektor ekonomi yang mampu memberikan kontribusi yang beragam terhadap pendapatan negara. Ditekankan bahwa keberagaman ini tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu sektor saja, tetapi juga dapat meningkatkan ketahanan terhadap risiko global yang semakin kompleks.







