Koma.id– Ketua Pemuda DPP Lembaga Aliansi Indonesia, Mochammad Jodi Husein, menyatakan dukungan penuh kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, dalam menjalankan tugasnya. Dukungan ini disampaikan di tengah banyaknya desakan agar Budi Arie mundur akibat peretasan Pusat Data Nasional (PDN).
Jodi menegaskan bahwa langkah Budi Arie dalam memberantas judi online dan konten pornografi di berbagai platform media sosial tidak boleh terhenti meski menghadapi tekanan publik dan serangan siber.
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
“Langkah Menkominfo tidak boleh mundur sedikit pun dalam memberantas judi online di tengah tekanan publik terkait masalah peretasan PDN,” ujar Jodi, Rabu (7/5/2024),
Ia menambahkan bahwa fokus Kominfo dalam melawan mafia judi online harus tetap terjaga. Pasalnya, perjudian online dan konten pornografi merupakan dua ancaman besar yang saat ini menjadi target pemberantasan utama Kominfo. Perjuangan melawan keduanya bukanlah tugas yang mudah dan seringkali mendapat perlawanan sengit dari pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh upaya pemberantasan ini.
“Judi online menghadapi banyak rintangan, begitu juga dengan konten pornografi yang kini menjadi target berikutnya untuk diberantas oleh Kominfo. Pasti ada pihak-pihak yang merasa terusik, sehingga mereka bisa saja melakukan serangan balik,” jelasnya.
Sekarang Pejabat Gemar Bohong, Prof Romli Sampai Singgung Lebih Baik Ustadz Jadi Presiden
Jodi juga mencurigai bahwa peretasan terhadap PDN mungkin merupakan reaksi balasan dari kelompok-kelompok yang merasa terganggu dengan kebijakan tegas Menkominfo dalam memberantas judi online dan konten pornografi. Namun, ia mengakui bahwa kebenaran dari dugaan ini masih perlu dibuktikan lebih lanjut.
“Dalam situasi seperti ini, sangat mungkin ada serangan balik dari pihak-pihak yang tidak senang dengan langkah tegas Kominfo,” kata Jodi.
Lebih lanjut, Jodi berharap agar Budi Arie dan seluruh jajarannya tetap berkomitmen kuat dalam memerangi judi online yang menurutnya telah merusak sendi kehidupan masyarakat Indonesia dan mengancam masa depan generasi muda.
“Upaya memberantas judi online yang dipelopori Kominfo tidak boleh kendur. Judi online sudah menghancurkan sendi kehidupan masyarakat Indonesia dan merusak generasi bangsa,” tegas Jodi.









