Gulir ke bawah!
Keamanan

Klaim Incar Militer & Milisi Indonesia, KKB Akui Serang Warga Sipil Kampung Timida

9039
×

Klaim Incar Militer & Milisi Indonesia, KKB Akui Serang Warga Sipil Kampung Timida

Sebarkan artikel ini

Koma.id – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM mengakui telah melakukan serangan ke Kampung Timida, Paniai pada Selasa, 11 Juni 2024. Serangan tersebut dilaporkan memakan korban seorang warga asal Makassar, Sulawesi Selatan bernama Rusli (40) yang ditembak dan kendaraannya dibakar.

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengklaim serangan itu menyasar militer dan milisi Indonesia. “Kami menyampaikan kepada militer pemerintah Indonesia bahwa sejumlah serangan yang dilakukan oleh TPNPB Kodap VIII Intan Jaya terhadap militer dan milisi Indonesia di Kampung Timida, kami siap bertanggung jawab,” kata Sebby melalui pesan singkat, Ahad, 16 Juni 2024.

Silakan gulirkan ke bawah

Selain itu, Sebby mengatakan TPNPB-OPM juga bertanggung jawab atas adanya aksi kontak senjata pada 14-15 Juni 2024. Diketahui, Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga melaporkan adanya kontak dengan kelompok bersenjata di Distrik Dibida, Paniai dalam upaya pengejaran pelaku penyerangan Kampung Timida.

Sebby menyatakan TPNPB-OPM siap menghadapi serangan balasan dari TNI. Namun, dia meminta militer Indonesia untuk menjamin hak-hak warga sipil. “Terkait dengan hal tersebut kami menyampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk segera menjamin hak-hak warga sipil yang terkena dampak konflik bersenjata,” ucap Sebby.

Menurut Sebby, kontak senjata yang terjadi di Distrik Dibida telah membuat warga sipil harus mengungsi. “Pendropan pasukan militer Indonesia berskala besar di distrik telah mengakibatkan ketakutan bagi warga sipil di Distrik Bibida hingga seluruh warga di sana telah mengungsi keluar daerah konflik,” kata dia.

Sebby mengimbau agar TNI menghindari penggunaan serangan udara dalam konflik di distrik tersebut. “Sebab, TPNPB telah siap melakukan serangan darat di medan perang dan penggunaan helikopter militer indonesia dan drone sejak 14 Juni hingga sekarang di medan tempur tidak seimbang sesuai Hukum Internasional,” ujar Sebby.

Sebelumnya, kelompok bersenjata pimpinan Undius Kogoya diduga kembali beraksi dengan menembak tewas seorang warga bernama Rusli di sekitar Sekolah YPPGI Lepas Kopo, Distrik Paniai Timur, Papua Tengah, pada Selasa, 11 Juni 2024. Korban berusia 40 tahun itu dikatakan sebagai soerang perantau asal Makassar.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Nugraha Gumilar menyayangkan terjadinya insiden yang dia sebut penembakan terhadap warga sipil tersebut. Ia memerintahkan kepada kelompok bersenjata pimpinan Undius Kogoya agar segera menghentikan tindakan kekerasannya.

“Harus bertanggung jawab, saya sampaikan agar kelompok bersenjata pimpinan Undius Kogoya segera hentikan kekerasan di Papua,” ujar Nugraha dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 13 Juni 2024.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.