Gulir ke bawah!
NasionalRagam

Gerebek Rumah Pria Lansia Diduga Dukun Santet, Warga : Banyak Foto Lawas Ditusuk Jarum & Dicoret Tinta Merah

3275
×

Gerebek Rumah Pria Lansia Diduga Dukun Santet, Warga : Banyak Foto Lawas Ditusuk Jarum & Dicoret Tinta Merah

Sebarkan artikel ini

Koma.id – Warga di kawasan Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) digemparkan oleh ulah HE (67). Pria Lanjut usia (Lansia) itu kedapatan menyimpan sekira ratusan lembar foto yang tiap gambarnya ditancapi sejumlah jarum.

Seluruh foto itu kebanyakan merupakan gambar wajah warga setempat. Selain ditancapi jarum kecil, masing-masing foto itu diberi coretan tebal dengan tinta merah pada beberapa bagian wajah.

Silakan gulirkan ke bawah

Atas ulahnya, warga sekitar pun resah. Mereka kemudian ramai-ramai mendatangi kediaman HE Minggu (3/3/2024) siang. Beruntung tak ada aksi kekerasan. Petugas kepolisian dan pengurus lingkungan berhasil memediasi kegaduhan itu.

Awal tudingan santet muncul setelah salah satu warga bernama Abdullah memergoki adanya ratusan foto yang tersimpan dalam plastik di kediaman HE. Ketika itu, Abdullah diminta mantan istri HE mengambil sejumlah barang dari kediamannya.

“Setelah ada perceraian dengan istrinya itu, istrinya minta tolong ke saya untuk angkatin barang dari rumah (HE). Nggak sengaja saya lihat banyak foto-foto di kotak lemari, saya cek ternyata fotonya itu ditancepin jarum-jarum pentol, dicoret-coret spidol merah, foto warga semua, ada foto saya, foto istri saya,” ungkapnya.

Curiga dengan itu, Abdullah lantas mengambil foto itu untuk disampaikan pada warga setempat. Belakangan setelah dicari tahu, rupanya mereka yang fotonya ditancapi jarum pernah bersinggungan langsung dengan HE dalam berbagai urusan.

“Yang saya tahu yang begitu-begitu itu kan cara santet. Akhirnya saya ambil foto-foto itu buat barang bukti, semua warga yang ada fotonya langsung saya anterin, saya kasihin. Mungkin ada ratusan foto, banyak soalnya,” jelasnya.

Satu per satu warga yang fotonya ikut ditancapi jarum lantas buka suara. Beberapa di antara mereka mengaku kerap mengalami rasa sakit yang tak biasa. Bahkan, ketika berobat ke rumah sakit disebutkan tak ada diagnosa penyakit medis.

“Memang saya merasakan sakit pada waktu tertentu aja, tiap Jumat jam setengah 12 siang, tiap habis maghrib sampai waktu Isya,” tutur Egy Abdulgani yang juga berprofesi sebagai perukyah.

Karena desakan warga, HE pun akhirnya membuat surat pernyatan bermaterai disaksikan petugas kepolisian dan pengurus RW. Tertera dalam isi pernyataan itu jika HE tak akan mengulangi kegiatan spiritualnya.

“Dengan ini menyatakan, tidak lagi melakukan kegiatan spiritual,” bunyi surat itu.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.