Gulir ke bawah!
Polhukam

Presiden Jokowi Minta TNI Polri Adaptif Kemajuan Teknologi Perang

3275
×

Presiden Jokowi Minta TNI Polri Adaptif Kemajuan Teknologi Perang

Sebarkan artikel ini
Jokowi di Cilangkap
Presiden Joko Widodo di Jakarta Timur.

KOMA.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan penting kepada jajaran TNI dan Polri, yakni selalu meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dan adaptif terhadap perkembangan dan kemajuan teknologi perang.

“TNI Polri harus berani masuk ke hal-hal yang berkaitan dengan teknologi. Pesawat tempur perlu, iya, tank perlu, iya, tapi hati-hati juga dengan drone,” kata Jokowi dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) TNI Polri dengan tema ‘TNI Polri Siap Wujudkan Pertahanan Keamanan Untuk Indonesia Maju’ di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur pada hari Rabu (28/2).

Silakan gulirkan ke bawah

Kemudian, Jokowi pun mengulas tentang sebuah peristiwa yang cukup membuatnya tersentak pada tahun 2020. Di mana komandan pasukan Quds, Mayjen Qasem Soleimani yang meninggal dunia diserang oleh pesawat tanpa awak milik militer Amerika Serikat.

“Saya ingat di tahun 2020 bulan Januari ada penggunaan drone, yang saya kaget karena begitu sangat presisi dan begitu sangat akurat mengejar siapa yang diinginkan,” ujarnya.

“Saat itu Mayjen Qasem Soleimani ini komandan Quds dari pengawal besar revolusi Iran, ketembak dari drone yang dipersenjatai, akurat karena memakai face recognition, akhirnya ketembak,” ujarnya.

Jokowi sempat tercengang karena serangan itu dilancarkan oleh militer Amerika Serikat bukan di Irak, akan tetapi dari Qatar. Di mana pasukan militer AS melancarkan drone yang sudah dipersenjatai, drone tersebut dikontrol dari markas militer AS di Qatar.

“Dan yang kita kaget itu terjadi di wilayah Irak, tapi drone-nya konon dikendalikan dari Qatar, markas Amerika Serikat di Qatar,” sambungnya.

Dengan melihat itu, Joko Widodo pun meminta kepada TNI dan Polri melihat hal itu sebagai tantangan, bahwa teknologi peran sudah tidak lagi konvensional, melainkan bisa melalui serangan jarak jauh.

“Ini hal-hal yang harus kita ikuti kita amati, bagaimana perkembangan teknologi itu bisa mengubah dari perang yang konvensional ke perang-perang yang bisa dikendalikan dari jarak jauh,” tutur Presiden.

Oleh sebab itu, Kepala Negara tersebut mengingatkan kepada TNI dan Polri jangan merasa puas dengan kemampuan dan pengetahuannya saat ini. Harus ada upgrade knowledge dan selalu belajar untuk pengembangan sistem pertahanan negara.

“Oleh sebab itu penguasaan iptek jelas akan semakin dibutuhkan. TNI Polri harus menjadi pembelajar yang aktif, pembelajaran adaptif,” tegasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.