Gulir ke bawah!
Nasional

Gus Ulil : Kemenangan Prabowo, Bukti Rakyat Ingin Pembangunan Indonesia ala Jokowi

524
×

Gus Ulil : Kemenangan Prabowo, Bukti Rakyat Ingin Pembangunan Indonesia ala Jokowi

Sebarkan artikel ini

Koma.id – Ketua Pengurus Besar NU, KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menyoroti hasil quick count atau hitung cepat Pilpres 2024 dari berbagai lembaga survei yang menempatkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang.

Terkait hasil ini, Gus Ulil melihat banyak kalangan yang menyampaikan kekecewaannya di media sosial karena menghendaki perubahan, bukan kelanjutan. Sebab Prabowo dan Gibran dalam berbagai kesempatan memang selalu menyampaikan akan melanjutkan program-program Presiden Jokowi, di samping tentunya menyiapkan program-program lain.

Silakan gulirkan ke bawah

Gus Ulil menyampaikan, dalam pertarungan Pilpres 2024, sederhananya ada tiga kubu politik yang bertarung, yakni kubu perubahan, kelanjutan, dan melawan kecurangan, meskipun pada kenyataannya setiap pasangan capres-cawapres tidak bisa direduksi ke dalam satu-dua label. Anies Baswedan mewakili kubu perubahan, Prabowo Subianto mewakili kubu kelanjutan, sedangkan Ganjar Pranowo melawan kecurangan.

“Kemenangan Prabowo dalam satu putaran berdasarkan hasil quick count membawa pesan bahwa rakyat masih menginginkan pembangunan Indonesia ala Presiden Jokowi,” kata Gus Ulil, Kamis (15/2/2024).

Gus Ulil menyampaikan, meskipun ada kekurangan di sana-sini, tetapi tak ada yang bisa menyangkal fakta bahwa rakyat tetap menginginkan pembangunan seperti yang selama ini sudah dilakukan Presiden Jokowi.

Gus Ulil juga melihat kalangan terdidik yang umumnya menghendaki perubahan sudah terbiasa menyampaikan narasi kemunduran demokrasi atau istilah lainnya. Tanda-tanda kemunduran itu menurutnya memang terlihat. Namun, kemenangan Prabowo-Gibran dalam hasil quick count juga memunculkan pertanyaan, apakah narasi kemunduran demokrasi itu memang menjadi keprihatinan rakyat luas, atau hanya keprihatinan dari kalangan kelas menengah terdidik saja?

Gus Ulil juga memiliki keyakinan, masalah demokrasi dan hal-hal yang terkait dengan demokrasi pada saat ini mungkin saja bukan isu penting bagi rakyat pada umumnya. Rakyat mungkin saja memiliki prioritas lain di luar isu kemunduran demokrasi.

Gus Ulil juga mengendus adanya ā€¯kesombongan tersembunyiā€¯ di kalangan middle class intellectual bias. Mereka cenderung menelaah Indonesia melulu dari sudut pandang kemunduran demokrasi, seolah-olah tidak melihat isu lain yang juga penting.

Gus Ulil menegaskan, pernyataannya ini bukan berarti menolak atau menyetujui praktik-praktik pelanggaran selama Pilpres 2024. Ia hanya ingin menegaskan bahwa mungkin sudah saatnya menelaah Indonesia tidak semata-mata dari satu sudut saja. Kita harus bisa menerima kenyataan bahwa rakyat Indonesia mungkin saja memiliki prioritas yang berbeda.

“Dengan segala kemunduran yang terlihat, demokrasi di Indonesia tidak bisa dibunuh. Demokrasi kita menurun, ya, tetapi tidak mati,” kata Gus Ulil.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.