Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Ada Penyusup Picu Kericuhan Saat Pengantaran Jenazah Lukas Enembe

Views
×

Ada Penyusup Picu Kericuhan Saat Pengantaran Jenazah Lukas Enembe

Sebarkan artikel ini
Ada Penyusup Picu Kericuhan Saat Pengantaran Jenazah Lukas Enembe

Koma.id Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Prabowo, mengungkapkan kericuhan yang teradi saat pengantaran jenazah Lukas Enembe diduga masuknya penyusup ke dalam rombongan tersebut.

Awalnya arak-arakan jenazah hanya diikuti masyarakat sekitar dan keluarga yang menggunakan kendaraan roda empat. Namun, ada massa yang datang dan bersikeras ingin mengantar jenazah Lukas dengan berjalan kaki.

Silakan gulirkan ke bawah

“Ini kan memang massa yang jumlahnya sangat besar, bergabung bersama dengan rombongan keluarga,” kata dia.

“Kita tetap mengantisipasi adanya penyusup yang akan memprovokasi sebagian dari kelompok tersebut ini memang yang sangat terbuka,” ujarnya lagi.

Pihaknya pun terus memastikan keamanan secara khusus serta Kota Jayapura secara keseluruhan dalam proses pemakaman Lukas.

Baca juga:
Polisi Jamin Konvoi Persib Tak Ganggu Wisatawan Luar Daerah

Aparat keamanan baik TNI dan polisi menjaga ketat lokasi pemakaman, juga dibantu oleh elemen masyakarat setempat.

Hingga saat ini, pihak kepolisan masih melakukan penyelidikan terkait kericuhan yang terjadi di Jayapura.

Aparat kepolisian saat ini masih melakukan pendataan terkait pelaku usaha dan korban yang terdampak kericuhan.

“Selain itu, penyelidikan intensif terus dilakukan untuk mengungkap motif dan dalang di balik peristiwa ini,” kata Benny, Jumat (29/12/2023).

Benny menjelaskan, iring-iringan massa pengantar jenazah Lukas juga melakukan pembakaran terhadap belasan ruko dan perumahan dinas jabatan Kasi Korem 172/PWY Jayapura.

Aksi pembakaran itu terjadi saat massa mengarak jenazah Lukas sekira pukul 20.30 WIT.

Setibanya iring-iringan jenazah di lampu merah Waena, tiba-tiba muncul sekelompok massa melemparkan batu ke arah aparat keamanan yang berjaga di depan gapura masuk asrama Korem 172/PWY Waena.

Merespons aksi tersebut, petugas keamanan melakukan tembakan peringatan. Sejumlah upaya juga dilakukan untuk mengendalikan situasi. Namun, aksi anarkis justru berlanjut hingga memicu pembakaran beberapa bangunan.

“Aksi anarkis berlanjut, memicu pembakaran beberapa bangunan di sekitar lampu merah Waena, termasuk Kantor Denkesyah, kios, dan perumahan dinas Jabatan Kasi Korem 172/PWY Jayapura,” terangnya.

Aksi massa semakin brutal hingga membakar kios dan ruko yang berada di dekat lampu merah Waena.

Diketahui, ruko yang dibakar itu menjual bahan mudah terbakar, seperti, baju, sepatu, dan sejenisnya.

Sehingga api dengan cepat merambat dan membakar bangunan kantor dan kios disekitarnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.