Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Geranati LGBT Ancam Kepung Hingga Bakar Panggung di GBK Jika Konser Coldplay Tetap Dilaksanakan

Views
×

Geranati LGBT Ancam Kepung Hingga Bakar Panggung di GBK Jika Konser Coldplay Tetap Dilaksanakan

Sebarkan artikel ini
Geranati LGBT Ancam Kepung Hingga Bakar Panggung di GBK Jika Konser Coldplay Tetap Dilaksanakan

Koma.id – Gerakan Nasional Anti atau Geranati LGBT menolak konser band asal Inggris, Coldplay yang akan digelar di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (15/11/2023). Mereka sempat melakukan aksi unjuk rasa beberapa hari lalu agar pertunjukkan tersebut dibatalkan.

Koordinator Geranati LGBT Buya Husein menyampaikan, aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 12.00 WIB hingga selesai. Adapun total massa yang hadir diklaim mencapai seribu orang.

Silakan gulirkan ke bawah

“Betul (akan ada aksi) insyaallah seribu orang,” kata Buya saat dihubungi.

Mereka menilai kelompok musik ini akan membawa hal-hal berbau hubungan sesama jenis yang melenceng dari agama Islam, sehingga kedatangannya dikecam keras. Namun, permintaan Granati LGBT itu tak digubris oleh pemerintah hingga menuai perasaan kecewa.

Atas dasar ini, mereka pun memutuskan bakal mengacaukan jalannya konser Coldplay di Jakarta. Pernyataan akan aksi nekat tersebut lantas membuat organisasi masyarakat (ormas) itu menerima sorotan dari publik dan masuk pemberitaan banyak media.

Buya menjelaskan, pihaknya akan menuntut penyelenggara agar membatalkan dan membubarkan konser Coldplay. Selain itu, mereka juga menuntut Polri menangkap penyelenggara yang menurutnya telah melanggar UUD 1945 dan Pancasila.

“Kita tetap akan menasihati Menparekraf Sandiaga Uno dan Menko Polhukam Mahfud MD juga panitia penyelenggara agar taubat,” ujar Buya.

Kelompok Geranati LGBT ini beranggotakan orang-orang yang menentang keras adanya hubungan sesama jenis, khususnya di Indonesia. Panglima Granati LGBT, yakni Muhyidin Junaidi tengah menjabat Wakil Ketua Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Sementara itu, juru bicara atau jubir mereka adalah Novel Bamukmin.

Diketahui, tuntutan Geranati LGBT ditolak pemerintah yang diwakili Menko Polhukam, Mahfud MD. Mahfud bahkan mengancam akan menerjunkan aparat jika ada pihak yang mencoba menggagalkan konser band asal Inggris tersebut. Terkait tanggapan Mahfud itu, Novel Bamukmin selaku jubir mengaku kecewa.

Sebab, selain mengabaikan permintaan umat Islam untuk menolak adanya kampanye LGBT, pemerintah menurutnya mencoba mengadu rakyat dengan aparat. Atas dasar ini, dirinya tetap akan menolak kedatangan Coldplay di Jakarta, mengingat pemerintah belum memberikan jaminan bahwa band itu tak akan mengkampanyekan LGBT.

Novel juga mengajak seluruh umat Islam bersama-sama berjihad memerangi LGBT dengan menolak digelarnya konser Coldplay.

Novel juga menilai sikap Mahfud itu berindikasi memprovokasi dan kepentingan politik untuk mendukung Coldplay. Atas dasar ini, ia mengaku telah melaporkan Menko Polhukam ke Mabes Polri.

Namun, tak diketahui kapan waktu pelaporannya dan masih belum ada tanggapan dari yang bersangkutan. Di sisi lain, Novel menilai apa yang dilakukan Mahfud tersebut merupakan tantangan perang kepada PA 212 dan masyarakyat.

Tak cukup sampai disitu, Granati LGBT pun mengancam akan membakar dan merobohkan panggung, jika Coldplay tetap manggung di GBK pada 15 November 2023 besok.

Ribuan dari mereka bahkan diperkirakan bakal memadati lokasi konser, bandara, hingga hotel tempat singgah para personil band, menjelang konser berlangsung. Lalu, apabila saat aksi di GBK ada aparat yang menghalau, Novel mengaku akan menunggu komando dari Muhyidin Junaidi.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menegaskan konser Coldplay di Jakarta tidak dibatalkan. Ia memastikan pelaksanaannya akan berlangsung aman dan lancar.

Menurutnya, penyelenggaraan konser band besar seperti Coldplay memiliki efek atau pengaruh yang signifikan. Tak hanya menghasilkan nilai ekonomi untuk industri event, tetapi juga berdampak bagi ekonomi industri pendukung lainnya, termasuk UMKM.

“Per hari ini show must go on, jadi semuanya masih sesuai dengan target, Coldplay akan manggung di tanggal 15 November di hari Rabu ini. Kita semua mengupayakan secara kolaboratif untuk konser ini berlangsung dengan lancar,” kata Sandiaga kepada wartawan di

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.