Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Ganjar dan Prabowo-Gibran Dalam Perdebatan Etik MKMK

Views
×

Ganjar dan Prabowo-Gibran Dalam Perdebatan Etik MKMK

Sebarkan artikel ini
Ganjar dan Prabowo-Gibran Dalam Perdebatan Etik MKMK

Koma.id – Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dari Koalisi Perubahan, hadiri bimbingan teknis (Bimtek) Partai NasDem yang berlangsung di Hotel Grand Paragon, Jakarta Barat, pada Minggu (12/11/2023) kemarin. Kehadiran keduanya menjadi sorotan dalam persiapan menuju Pemilu 2024.

Di sisi lain, Ganjar Pranowo, calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP), mengambil peran sebagai pengamat tajam dalam perbincangan politik. Ganjar menyoroti kondisi politik pasca-putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang mencopot Anwar Usman dari jabatan Ketua MK atas pelanggaran etik berat. Ia mempertanyakan bagaimana sebuah protes dengan pelanggaran etik berat bisa mendapatkan respon yang terkesan lemah.

Silakan gulirkan ke bawah

“Saya tercenung memantau perkembangan akhir-akhir ini tentang kondisi politik setelah putusan MKMK. Saya mencoba diam sejenak, saya merenungkan bangsa ini ke depan. Saya mencermati kembali kata demi kata, kalimat demi kalimat dari putusan itu yang menjadi pertimbangan dan dasar Majelis Kehormatan MK,” kata Ganjar, dikutip dari rekaman video yang diunggah ke akun Instagram personalnya, Minggu (12/11/2023).

Baca juga:
Prabowo Santai Walau Rupiah Ngap-Ngapan Dihantam Dolar

Sementara itu, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memberikan respons terhadap pidato Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri. Tim mereka menyatakan bahwa mereka tidak ingin terseret dalam perdebatan seputar putusan etik MKMK atau putusan perkara oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pertandingan belum dimulai dan belum selesai. Kita tidak bisa mengatakan di mana ada penyelewengan, kampanye saja belum dimulai. Kok sudah katakan ada penyelewengan?” kata Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.