Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Gus Miftah: Putusan MK Bukan Hanya untuk Gibran Tapi juga Anak-anak Muda, Ini Kemenangan bagi Anak Muda

Views
×

Gus Miftah: Putusan MK Bukan Hanya untuk Gibran Tapi juga Anak-anak Muda, Ini Kemenangan bagi Anak Muda

Sebarkan artikel ini
Gus Miftah.
Gus Miftah.

Koma.id Pendakwah yang dikenal sebagai Gus Miftah atau memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat capres dan cawapres membuka peluang anak muda untuk lebih berperan dalam membangun bangsa.

“Bagi saya keputusan MK itu tidak hanya untuk Mas Gibran tapi anak-anak muda seperti kita akhirnya bisa berperan. Toh bagaimana kemudian Nabi juga mengatakan bahwa anak muda ini harus dikasih kesempatan,” kata Gus Miftah kepada awak media di Yogyakarta, Kamis (2/11/2023).

Silakan gulirkan ke bawah

Gus Miftah menyatakan, selama anak muda memiliki kemampuan dan profesionalisme, tak ada salahnya untuk ikut berperan dalam membangun bangsa. Baginya, hal ini adalah suatu kemenangan bagi anak muda.

“Jadi ini kembali kepada masalah kemampuan dan profesionalisme. Kalau memang dia anaknya Pak Jokowi kalau dia punya kemampuan, kenapa enggak? Dan ini bagi saya kemenangan untuk anak muda,” ujar Gus Miftah.

Gus Miftah pun memberikan penjelasan terkait isu dinasti politik yang mencuat usai Gibran Rakabuming menjadi cawapres Prabowo. Gus Miftah kemudian menyinggung soal keluarga Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Gus Dur.

“Pak Sukarno punya anak Bu Megawati, Bu Megawati punya anak Mbak Puan Maharani, Pak SBY punya anak AHY, iya kan? Gus Dur punya anak Yenny Wahid,” ujar dia.

“Tapi kenapa yang dibilang dinasti cuma Mas Gibran saja? Kalau masuknya mas Gibran dibilang dinasti, ya berarti Anda ingin mengatakan Bu Megawati juga dinasti,” tambah Gus Miftah.

Dia mencontohkan bahwa dinasti politik yang sesungguhnya hanya ada di Korea Utara atau Korut. “Dinasti itu menurut saya seperti Korea Utara, Kim Jong-il punya anak tanpa pemilihan demokratis kemudian Kim Jong-un jadi presiden. Kalau memang rakyat gak suka (Jokowi) gak akan dipilih, tapi kalau kemudian rakyat suka, dipilih,” katanya.

Sebelumnya, menanggapi penilaian masyarakat soal dinasti politik, Presiden Jokowi, mengatakan pada dasarnya semua pemilihan umum pada pilkada, pileg hingga pilpres, dipilih oleh rakyat dan semua penentuan berada di tangan rakyat.

“Ya itukan masyarakat yang menilai. Semuanya yang memilih itu rakyat, yang menentukan itu rakyat, yang mencoblos itu rakyat, bukan elit bukan partai. Itulah demokrasi,” kata Jokowi pada Selasa, 24 Oktober 2023.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.