Koma.id– Jurang elektabilitas Anies Baswedan dalam perburuan kursi presiden semakin dalam. Hal ini berdasarkan survei anyar Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang menunjukan penurunan signifikan elektabilitas capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) itu. Tepatnya usai Anies dan NasDem meminang Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin sebagai pasangannya.
Menurut peneliti Adjie Alfaraby dari LSI Denny JA, penurunan elektabilitas Anies terlihat jelas dalam hasil survei. Pada bulan Agustus 2023, Anies mengantongi elektabilitas sebesar 19,7 persen. Namun, setelah mengumumkan Cak Imin sebagai cawapresnya, angka tersebut merosot tajam menjadi 14,5 persen pada bulan September 2023.
Qodari: Tuntutan Hentikan MBG Salah Besar
“Turunnya kurang lebih 5,3 persen setelah Cak Imin dipilih sebagai cawapresnya Pak Anis,” ujar Adjie dikutip.
LSI kata Adjie, juga mengidentifikasi tren positif yang dialami oleh rival-rival Anies, yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Prabowo, misalnya, mencatat kenaikan yang luar biasa, dari 25,4 persen pada Januari menjadi 39,8 persen pada September, sehingga mengalami peningkatan sekitar 14,4 persen.
Ganjar, meskipun dengan pertumbuhan yang lebih lambat, juga mengalami peningkatan elektabilitas sebesar 0,1 persen. Pasalnya eletabilitasnya mencapai 37,8 persen pada Januari, 31,9 persen Mei, 32,7 persen Juni, 35,3 persen Juli, 35,8 persen Agustus dan 37,9 persen September.
“Penurunannya signifikan karena melewati margin of error, dan tren penurunan Anies dan itu terjadi setelah deklarasi pasangan Anies-Muhaimin di awal September 2023,” ujar Adjie.







