Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Opini

Jangan Termakan Hoaks, Ternyata 7 Habib Ini Tak Semua Terlibat Aktif Rebut Kemerdekaan

Views
×

Jangan Termakan Hoaks, Ternyata 7 Habib Ini Tak Semua Terlibat Aktif Rebut Kemerdekaan

Sebarkan artikel ini
Jangan Termakan Hoaks, Ternyata 7 Habib Ini Tak Semua Terlibat Aktif Rebut Kemerdekaan

3. Habib Ahmad Assegaf

Pria ini lahir di As-Shihr, Hadramaut Yaman pada tahun 1879. Nama lengkapnya adalah Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf. Ia wafat pada tahun 1949 atau 4 (empat) tahun pasca proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Silakan gulirkan ke bawah

Ia merupakan salah satu pendiri Rabithah Alawiyyah, sebuah yayasan pencatat garis keturunan Rasulullah di Indonesia. Di sana, ia merupakan Sekretaris. Sementara ketuanya adalah Muhammad bin Abdurrahman bin Syihab yang merupakan kakek Najwa Shihab.

Sekadar diketahui, bahwa Rabithah Alawiyah didirikan melalui akta notaris Mr A.H Van Ophuijsen Nomor 66 pada tanggal 16 Januari 1928. Lalu, yayasan tersebut disahkan oleh pemerintah Belanda pada tanggal 27 Desember 1928.

Walaupun ia disebut-sebut memiliki pengaruh bagi Indonesia, sayangnya tidak ada catatan sejarah seperti apa sepak terjangnya dalam upaya aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

4. Habib Syeikh Alatas

Nama Lengkapnya adalah Habib Syeikh Alatas. Ua lahir di Hadramaut Yaman pada tahun 1891. Ia merupakan penceramah agama sekaligus pedagang yang aktif di Cirebon Jawa Barat dan Tegal Jawa Tengah.

Tidak ada catatan sejarah ia ikut dalam pergerakan pemberontakan agar Indonesia bebas dari penjajahan saat itu. Pun demikian, ia disebut-sebut sebagai pendakwah yang aktif menyiarkan agama Islam di Indonesia.

Habib Syeikh Alatas wafat pada tanggal 1 Juli 1978.

5. Habib Idrus Al Jufri

Nama lengkapnya adalah Sayyid Idrus bin Salim Al Jufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua. Ia lahir di Hadramaut Yaman pada 15 Maret 1892. Ia disebut-sebut sebagai tokoh kelahiran Timur Tengah yang berpengaruh dalam kemerdekaan Indonesia.

Lagi-lagi, tidak ada catatan sejarah yang menyatakan bahwa ia aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun, ia tercatat sebagai pendiri lembaga pendidikan Islam di Kota Palu Sulawesi Tengah bernama Alkhairaat, yang merupakan lembaga pendidikan yang dikelola oleh paguyuban bernama yang sama. Di sana, doktrin nasionalisme alias cinta tanah air ditanamkan kepada para santrinya.

Habib Idrus wafat di Palu pada tanggal 22 Desember 1969.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.