Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Video TNI Latihan Tempur Dianggap Pamer, Netizen : Coba Latihannya Langsung Hadap Markas KKB

Views
×

Video TNI Latihan Tempur Dianggap Pamer, Netizen : Coba Latihannya Langsung Hadap Markas KKB

Sebarkan artikel ini
Video TNI Latihan Tempur Dianggap Pamer, Netizen : Coba Latihannya Langsung Hadap Markas KKB

Koma.id – Bukan netizen +62 bila tanpa nyinyiran.Video TNI latihan tempur viral di media sosial menjadi bulan-bulanan netizen yang menyindir TNI hanya pamer senjata.

Dalam video yang diunggah akun snack video @Adipati Murad itu, memperlihatkan TNI sedang mengadakan latihan tempur. Tembakan rusak yang mematikan dilakukan berulang-ulang.

Silakan gulirkan ke bawah

Dengan persenjataan yang canggih itu, TNI seolah memperlihatkan kemampuannya yang luar biasa. Tembakan roket yang tidak henti-henti membuat nyali musuh ciut.

Namun dari video serbuan TNI itu, netizen justru melakukan serbuan yang juga jauh lebih luar biasa.

“pamer senjata doank,kkb yg atasi mlh brimob polri,ap g malu tni punya senjta bgus tiap di brita2 tp g bs di manfaatin lwn kkb,” tulis akun @Muhammad Narendra.

“ijin dan kalau boleh saran…knp latihan nya gk di Papua aj .arahkan ke markas KKB jangn TNI terus yg jadi korban… sekali sekali lupain HAM…basmi kkb,” tulis @Saiful Bahri8577.

Sindiran pedas lainnya juga dilontarkan akun @Muhammad Fakih: “iya betul cuma pamer doang nyatanya cuma sekelas kkb ga bisa ngratain,,klo aku yg jadi jendral dah aku suruh ratakan itu kkb,”.

Sedangkan akun @de’rayyan menulis: “coba di uji ke papua..”

Sindiran menohok juga dilontarkan @Yudi Sukmana875: “coba latihannya menghadap ke markas kkb,”.

Sementara itu diketahui, Indonesia terus meningkat kemampuan industri pertahanan, khususnya roket yang telah sukses.

Indonesia juga telah mulai mencoba mandiri dalam hal pengadaan alat pertahanan strategi, salah satunya sistem pertahanan misil peluru kendali jarak menengah dan jarak jauh.

Rocket RX550 yang dikembangkan oleh industri pertahanan Indonesia, di daulat sebagai roket terbesar yang pernah dikembangkan Lapan.

Dengan kaliber 550 mm, yaitu berbahan peluncur hydroksil tool ibutadin. Roket ini memiliki jangkauan hingga 533 km, dan ketinggian terbang mencapai 150 km.

Selain itu roket RX-550 mampu mengorbit seperti satelit, dengan panjang hingga 10 mater pada komponen tingkat pertama dan kedua.

Untuk kecepatan luncur RX-550, maksimum mencapai 7,67 match dengan bahan roket hingga 300 kg. Artinya dalam peluncuran misil roket ini dapat membawa meledak yang sangat besar dan berdaya hancur tinggi.

Roket ini juga dapat bekerja sebagai roket pendorong poster utama bagi pengorbit satelit. Sehingga implementasinya tidak hanya pada bidang militer.

Sebenarnya, pengembangan RX-550 industri rocket Lapan ini telah menggandeng Ukraina. Sehingga kemampuannya akan terus membaik.

Indonesia melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), sebenarnya sudah mulai melakukan pengembangan roket nasional sejak tahun 1964.

Bahkan, saat itu Indonesia menjadi negara kedua di Asia dan Afrika setelah peluncuran misil buatan dalam negeri telah sukses yaitu roket Kartika. Meski Indonesia gagal melakukan alih teknologi.

Namun, seolah tak patah arang, Indonesia kini terus mengembangkan roket eksperimental RX-550, sejak tahun 2011. Jika roket RX-550 terbukti sukses melakukan pemutahiran, tentunya Lapan dipastikan mampu membuat rudal balistik berpeluru kendali jarak jauh.

Ini sebagai bagian dari sistem pertahanan nasional Indonesia. Tentu saja bukanlah perkara yang mustahil, sebab sebelum berkonsentrasi pada pengembangan roket arX-510, Lapan telah berhasil melakukan uji terbang roket rx-450 di tahun 2009 lalu.

Dalam bidang militer, Indonesia terus memperkuat TNI. Kementerian Pertahanan terus menambah dan mengembangkan alustsista.

Dengan wilayah yang begitu luas, wajar bila Indonesia terus membenahi sistem pertahanan darat, udara dan laut. Pertahanan udara, Pemerintah Indonesia akan menjadikan pesawat tempur KF-21 Boramae sebagai sistem pertahanan udara.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.