Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Apel Siaga NasDem Dianggap Agenda Sia-sia

Views
×

Apel Siaga NasDem Dianggap Agenda Sia-sia

Sebarkan artikel ini
NasDem
Surya Paloh dalam Apel Siaga Partai NasDem.

KOMA.IDPengamat politik dari President University, Muhammad AS Hikam memberikan sindiran menohok terhadap acara Apel Siaga NasDem yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (16/7) kemarin.

Menurutnya, acara tersebut tak lebih dari sekadar ajang lomba pidato belaka tanpa esensi yang jelas dan tujuan politik yang terang.

Silakan gulirkan ke bawah

“Apel siaga NasDem di GBK hanya aksi massa partai biasa, arti politiknya hampa. Cuma lomba pidato tanpa juri dan ikhtiar sia-sia,” kata Hikam dalam keterangannya yang dikutip, Senin (17/7).

Sebab, seharusnya momentum besar itu bisa dimanfaatkan Anies Baswedan untuk mengumumkan siapa nama cawapres yang menjadi pilihannya. Apalagi, isi GBK pun penuh dengan massa simpatisan dari partai politik pengusungnya itu.

“Lha, sudah dihadiri 180 ribu orang kok tidak mengumumkan apa-apa,” ujarnya.

Ia menilai bahwa sebenarnya sosok yang cukup diinginkan Anies saat ini adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sosok yang pernah menjadi rivalnya di Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu. Dimana saat ini merupakan Ketua Umum Partai Demokrat yang notabane adalah bagian dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Jika memang itu keinginan elektoralnya, seharusnya Anies Baswedan tak ragu-ragu lagi menyebut nama itu. Apalagi dalam kesempatan itu, Anies memiliki kesempatan yang luar biasa untuk semakin membuat ketiga partai politik pengusungnya solid, yakni NasDem, PKS dan Demokrat.

“Padahal sudah jelas, cawapres Aniea ya AHY. Gitu saja kok repot!,” tandasnya.

Bisa jadi menurut Hikam, apa yang terjadi dalam Apel Siaga Partai NasDem tersebut Surya Paloh masih mencoba cari perhatian Presiden Joko Widodo. Karena memang pilihan politik yang diambil Ketua Umum DPP Partai NasDem itu jelas berseberangan dengan Jokowi.

“Karena SP (Surya Paloh -red) masih mengharap baikan sama Presiden Jokowi,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.