Koma.id– Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menolak permintaan China. Khususnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), jadi penjamin pinjaman utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Pemerintah tolak usulan China dan merekomendasikan agar penjaminan dilakukan melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).
“Mereka maunya (penjaminan) dari APBN. Tapi kita jelaskan prosedurnya akan panjang. Kami dorong melalui PT PII karena ini struktur yang baru dibuat pemerintah Indonesia sejak 2018,” kata Luhut, dikutip Minggu (16/4/2023).
Menurut Luhut, saat ini China sedang mempertimbangkan terkait opsi penjaminan. Karena mereka hanya bersedia menurunkan bunga utang KCJB dari 4 persen menjadi 3,4 persen.
“Kalau bunga, kita berharap masih bisa lebih rendah lagi, overrun yang pertama sudah 3,4 persen, tapi kita mau lebih rendah lagi,” tutup Luhut.







