KOMA.ID – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas angkat bicara perihal polemik politik identitas yang ramai menjadi perbincangan publik.
Menurut Fernando Emas, politik identitas harus memiliki tujuan bersama bukan untuk kepentingan memecah belah.
“Jangan sampai memanfaatkan politik identitas untuk kepentingan sesaat yang dampaknya bisa memecah belah,” tegas Fernando Emas, saat diskusi podcast bertema “Politik Identitas di Pemilu 2024 di Haramkan ?”, Rabu (5/4/2023).
Dikatakannya, belakangan ini ada kelompok tertentu yang mencoba memanfaatkan politik identitas itu untuk kepentingan sesaat. Yakni, bukannya untuk membangun persatuan tapi malah membuat perpecahan.
“Ini merugikan, makanya politik identitas harus dikaji ulang jika ingin digunakan politik identitasnya,” jelasnya.
Kata dia, jika dilihat dari perspektif politik maka politik identitas harus mengacu pada bagaimana suatu negara dibentuk untuk kepentingan bersama.
“Negara ini dibangun untuk kepentingan bersama, makanya kita rawat. Jadi jangan lagi bicara soal Suku, Agama, Ras, Golongan, Jenis Kelamin, dll. Tapi kita bicara untuk membangun negara ini,” sebutnya.
“Catat, harus bersatu untuk Indonesia, bukan lagi pada tataran soal suku, agama, ras atau lainnya,” pungkasnya.









