Koma.id – Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyarankan kepada elit politik untuk memperbaiki sistem secara menyeluruh dalam pelaksaaan pemilu 2024.
Terutama wacana isu mengenai pemilihan umum anggota legistatir secara proporsional tertutup atau terbuka. Menurutnya, dua sistem itu memiliki kelembahan dan kekurangannya.
Sekarang Pejabat Gemar Bohong, Prof Romli Sampai Singgung Lebih Baik Ustadz Jadi Presiden
“Bagi pembentuk UU harus memperbaiki sistem yang ada dan memperbaiki sistem yang menyeluruh, positif dipertahankan, negatif harus di perbaiki. Ada banyak kelemahannya tapi juga ada kelebihan,” kata Karyono dalam Talkshow Koma.id, Kamis (9/2/2023).
Lebih lanjut, ke depannya agar bisa dilakukan evaluasi secara menyeluruh agar masyarakat tak memilih ibarat membeli kucing dalam karung.
“Proses kaderisasi dan recruitmen harus diperbaharui bagi semua parpol sehingga menghasilkan kader yang layak untuk memimpin semua level kekuasaan dari eksekutif dan legislatif. Bagaimana memperbaiki sistem recruitmen dan kaderisasi,” jelas dia lagi.
Kata dia, baik sistem proporsional terbuka maupun proporsional tertutup memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
“Proporsional terbuka dan proporsional tertutup ada plus minusnya. Ada kelemahan tetapi ada kelebihan di antara dua sistem tadi,” ujarnya.
Hanya saja, apapun keputusan yang diambil oleh para pembuat Undang-Undang dan penyelenggara pemilu nanti, tujuan utama adalah perbaikan kualitas pemilihan umum.
Namun bagi Karyono, poin penting selanjutnya adalah perbaikan kaderisasi dan rekrutmen kader, sehingga calon pemimpin yang dihasilkan adalah kader terbaik untuk bangsa dan negara.
“Jadi kalau mau memperbaiki sistem pemilu dan demokrasi harus dilakukan dari hulu sampai hilir. Hulunya adalah proses kaderisasi sehingga bisa lahiran kader-kader yang layak di semua level baik eksekutif, legislatif, yudukkatif. Itu yang paling penting dan dilakukan secara konsisten,” tukasnya.













