Koma.id – Peresmian gedung baru Polda Papua, Minggu (8/1) oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono berlangsung istimewa. Tak hanya Panglima TNI, namun para kepala staf TNI dari tiga matra, turut mendampingi Yudo.
Ketiganya yakni Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
“Jadi hari ini di wilayah Papua banyak bertebaran bintang empat, bintang tiga, bintang dua. Luar biasa ini, di tempat lain belum ada. Jadi ini hadiah buat seluruh anggota dan masyarakat Papua tentunya, hadiah Hari Natal dan Tahun Baru,” ujar Sigit, saat memberi sambutan disambut riuh tepuk tangan.
Peresmian gedung baru Polda Papua bersama Panglima TNI dan ketiga Kepala Staf ini, juga disebut mantan Kabareskrim Polri itu, merupakan wujud sinergisitas TNI-Polri yang berjalan baik.
“Semakin hari makin kokoh dan ini dibuktikan dengan kegiatan pada hari ini,” pujinya.
Sigit pun menginstruksikan Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri untuk mengimplementasikan sinergitas dan soliditas TNI-Polri kepada seluruh personel.
Diingatkannya, jika sinergitas dan soliditas TNI-Polri terjaga, masyarakat akan merasa nyaman dan aman. Selain itu, dengan stabilitas politik dan keamanan, kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan investasi bakal terwujud.
“Terus tingkatkan kualitas, soliditas dan sinergitas TNI-Polri menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan menjaga keamanan dan juga membuat seluruh masyarakat aman dan nyaman,” imbau Sigit.
Tribrata 1 ini mengingatkan, pelayanan harus benar-benar dirasakan masyarakat dengan rasa nyaman.
“Ini juga kewajiban bagi rekan-rekan membuktikan bahwa kantor publik bukan sekadar pekerjaan, namun bisa memberikan pelayanan maksimal dan pelayanannya dirasakan masyarakat, itu yang utama,” tegasnya.
Ditambahkan mantan Kapolda Banten ini, dibangunnya gedung baru Polda Papua ini, juga untuk mewujudkan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah Indonesia Timur.
“Tanah Papua harus maju seperti daerah lain, di Indonesia. Papua adalah surga kecil yang jatuh ke bumi. Ini saya mengulang apa yang disampaikan Pak Presiden,” ingatnya.
“Karena itu saya selalu mendorong pembangunan infrastruktur khususnya di bagian wilayah Indonesia timur untuk dipercepat dan tentu saja nanti secara paralel dengan pembangunan sumber daya manusia yang juga ingin kita kerjakan,” sambung Sigit.
Kapolda Papua juga diminta Kapolri untuk menyiapkan program-program yang baru. Terutama, untuk meningkatkan aktivitas masyarakat yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi baru untuk masyarakat Bumi Cenderawasih.
Salah satu contoh suksesnya adalah, tergelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua.
“Itu bentuk komitmen Pemerintah untuk terus berikan perhatian penuh ke masyarakat dan tanah Papua,” tambah Sigit.
Tahun ini, Pemerintah terus menyelenggarakan program prioritas dan Major Project di wilayah Papua. Karena itu, sinergitas antara TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat amat diperlukan.
Program prioritas itu diantaranya, pembangunan destinasi wisata, pengembangan kawasan perkotaan, dan infrastruktur kawasan pertanian.
Sementara itu Major Project di antaranya, pengembangan bandara, serta penugasan khusus tenaga kesehatan di Papua dan Papua Barat. Hal ini menjadi bagian upaya yang terus didorong Pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sentris.
“Saya melihat ada pembangunan dan rencana hilirisasi industri yang juga akan dilaksanakan di wilayah Papua. Tentunya ini akan membuka lapangan kerja baru dan ada transfer knowledge didalamnya untuk terus tingkatkan disamping pendidikan tentunya kesejahteraan,” ungkap dia.
Sigit memastikan, TNI-Polri akan terus mendukung dan mengawal kebijakan Presiden Jokowi di Papua untuk mewujudkan sila kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Meski begitu, Sigit tak memungkiri, masih ada tantangan yang masih dihadapi Indonesia.
“Ada saudara-saudara kita yang mungkin masih berpikir lain dan belum yakin bahwa Papua ke depan akan menjadi salah satu wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa,” ungkap Sigit.













