Koma.id, Jakarta – Andi Ghani, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan pemecah masalah yang baik. Dia mengungkap ada peran penting Sigit dalam penerbitan Perppu Cipta Kerja.
“Pak Kapolri sahabat saya, kakak saya dan sangat luar biasa. Beliau punya tangan dingin yang sangat luar biasa, termasuk (terkait) Perppu Cipta Kerja. Bagaimana berbuat tidak butuh panggung, bekerja tanpa butuh berita. Perppu ini tercipta, saya dan Said Iqbal bolak-balik ke Istana, bagaimana memecah kebuntuan omnibus law,” kata Andi sebagai penanggap dalam Rilis Akhir Tahun Polri di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (31/12/2022).
“Kalau kita serahkan ke DPR dengan sangat lama, mau tahun politik. Pak Kapolri dengan tangan dinginnya bersama-sama kami, dan akhirnya perppu dapat mendinginkan semuanya,” imbuh dia.
Andi mengungkapkan teman-temannya di lingkungan kabinet menteri mengabari sikap Sigit dalam rapat terbatas (ratas) yang dinilai seperti juru bicara buruh. Bagi Andi, Sigit merupakan mediator yang baik.
“Komunikasi Pak Kapolri sebagai trouble shooter, pemecah masalah yang berani, mengambil posisi senyap. Banyak masalah dan peraturan-peraturan pemerintah itu tangan dinginnya Pak Kapolri. Beberapa teman saya di kabinet menyampaikan ‘ini Kapolri di ratas kabinet sudah kaya jubirnya buruh’, saya bilang bukan, yang beliau lakukan adalah sebagai mediator yang baik,” beber Andi.
Artis hingga Anggota DPR Dukung Nadiem
Ia berharap Sigit terus bersinergi dengan kaum buruh. Dia juga berterima kasih atas pengamanan unjuk rasa buruh yang kini lebih humanis.
“Jadi Pak Kapolri, teruslah bersinergi. Gerakan buruh Indonesia berada bersama Polri. Terima kasih untuk penanganan humanis Polri selama ini. Unjuk rasa sudah tidak ketemu lagi petugas-petugas di depan, ketemunya water barrier saja,” ujar Andi.
“Sampe saya sama Iqbal bingung, ‘ini demo kok nggak ada orang (polisi)-nya’. Ini luar biasa, Pak, sampe buruh juga biasanya sampai sore, ini jam dua sudah bubar,” imbuh Andi.
Menurutnya, Sigit berhasil membuktikan tugas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tak harus dengan represif dan arogan. Sebaliknya, dengan cara persuasif.
“Dan menjadikan penanganan kamtibmas bukan hanya dari segi represif, tapi bagaimana menangani secara persuasif dan itu terbukti berhasil,” pungkas dia.











