Koma.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga saat ini belum menentukan sikap politiknya terkait siapa calon presiden yang akan diusung oleh Megawati Soekarnoputri.
Pengamat politik Adi Prayitno mengungkap bahwa PDIP masih galau dalam menentukan sosok Capres 2024.
Sekarang Pejabat Gemar Bohong, Prof Romli Sampai Singgung Lebih Baik Ustadz Jadi Presiden
“PDIP bukan di bulan Januari atau Februari memutuskan siapa yang akan diusung menjadi kandidat capres,” ujar Adi dalam acara Dua Sisi TVOne, dikutip pada Jumat (30/12/2022).
Menurutnya, meski PDIP menjadi satu-satunya partai yang bisa mencalonkan tanpa berkoalisi, tapi ada kegalauan di kubu Banteng tersebut.
Kegalauan itu, kata Adi, lantaran perbedaan pilihan antara elite PDIP dengan suara akar rumput partai.
“Antara suara elite dan suara konstituen (pemilih) itu kan berbeda. Elite-elite seperti Masinton tentu lebih condong kepada Puan untuk bisa maju (Pilpres). Tapi dari data-data survei yang kita punya, memang begitu banyak basis pemilih PDIP itu berharap Ganjar yang akan diusung,” jelas Adi.
Lebih lanjut dia mengatakan, perbedaan inilah yang harus benar-benar diperhatikan PDIP. Apalagi, PDIP bercita-cita untuk memenangkan Pemilu tiga kali berturut-turut.
Sementara itu, politikus PDIP Masinton Pasaribu menepis tudingan kubu PDIP terbelah, antara mendukung Puan dan Ganjar.
Dia menegaskan, sosok Capres yang akan diusung merupakan wewenang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
“Keputusan itukan ada di tangan Ibu Mega. Kami semuanya tidak ada kerisauan dan kegalauan karena kami sudah memandatkan kepada Ibu Megawati untuk menentukan capres,” tegas Masinton dalam acara yang sama.
Untuk diketahui, elektabilitas Ganjar dan Puan sangat berbeda jauh. Berdasarkan hasil survei SPIN, elektabilitas Ganjar sebesar 20,1 persen sedangkan Puan hanya 2,4 persen.












