Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Adian Napitupulu: Aturan Pemilu Belum Jadi Udah Sibuk Nyapres, Jangan-jangan Udah Bagi-bagi Kursi!

Views
×

Adian Napitupulu: Aturan Pemilu Belum Jadi Udah Sibuk Nyapres, Jangan-jangan Udah Bagi-bagi Kursi!

Sebarkan artikel ini
Adian Napitupulu: Aturan Pemilu Belum Jadi Udah Sibuk Nyapres, Jangan-jangan Udah Bagi-bagi Kursi!

Koma.id Politisi dari PDI Perjuangan yang juga Anggota DPR RI Adian Napitupulu mengkritik elit politik yang hanya memikirkan kepentingan kelompoknya demi meraih kekuasaan semata tanpa memahami persoalanya rakyat yang sesungguhnya.

Adian menegaskan bahwa apa yang diputuskan oleh para elit politi akan berdampak pada 20 hingga 40 tahun ke depan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Silakan gulirkan ke bawah

“Semua keputusan kita hari ini apapun itu terkait dengan berbangsa dan bernegara akan kita pertanggung jawabkan. Apa yang kita putuskan hari ini mungkin akan berdampak nanti 20, 30, 40 tahun ke depan. Artinya ini bukan keputusan sembarangan yang bisa kemudian kita ambil tergesa-gesa,” kata Adian di kanal Youtube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, dilihat Koma.id, Sabtu (17/12/2022).

Eks aktivis 98 ini mengaku heran melihat situasi partai politik yang saat ini cenderung mengejar kekuasaan semata sementara aturan main dalam pertarungan itu pun belum kelar dilakukan.

“Saya justru heran ketika partai-partai lain itu berlomba, lu ngejar apa sih gitu loh? Aturan mainnya aja belum kelar, yang baru selesai itu undang undang pemilunya, tapi seluruh turunan peraturan pelaksanaannya belum selesai kok sudah tiba-tiba begini, itu pertama,” papar Adian.

“Kedua misalnya ada persoalan besar kita sedang menghadapi krisis ekonomi global tahun depan. Dalam situasi kita berjalan ke sana, kita habis melewati pandemi 2 tahun hampir 3 tahun dengan seluruh dampaknya. Kenapa sih persoalan rakyat tidak menjadi lebih penting dibandingkan persoalan calon presiden,” papar Adian lagi.

“Kita ini sedang bicara. apa sih, bicara keinginan orang per orang atau kita berbicara tentang negara ini dan seluruh rakyatnya sangat banyak yang harusnya menjadi prioritas pertama kita pikirkan dibandingkan keinginan untuk menjadi presiden, calon presiden dan sebagainya. Rakyat rindu kemudian ada partai ada pemimpin-pemimpin ada ada tokoh-tokoh bangsa ini yang kemudian bicara misalnya kita bikin rakyat dulu dong,” jelas dia.

Adian menerakan bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang menjadi korban PHK usai pandemi dan mengatakan mengapa partai politik tidak berbicara tentang persoalan tersebut.

“Tahu nggak bahwa kemudian ada ribuan orang di PHK pasca pandemi. Kenapa partai-partai tidak bicara tentang mereka? Kenapa tokoh-tokoh bangsa tidak bicara tentang mereka, tapi masih sudah sibuk capres. Kita tidak tahu, mungkin dalam proses negosiasi politik pencapresan mungkin sudah bicara soal kabinet, siapa menjadi menteri di mana dan sebagainya,” jelas dia.

“Coba kita tanya rakyat mungkin itu menyebalkan buat mereka itu loh. Kalian dibayar dari gaji kami. Ayo dong berpikir tentang kami. Ayo bicara tentang tenaga apa tentang nasib puluhan ribu orang di PHK, orang yang kemudian meninggal karena pandemi yang masih bersedih lalu tiba-tiba dia nonton televisi capres-capres, koalisi-koalisi yang mungkin kalau kita pikir jangan-jangan sudah bagi bagi kursi kalau si A menang menterinya siapa? Aduh, itu menyebalkan menurut saya,” tukas dia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.