Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Pakar Kebijakan Publik: Wajar Jika Bupati Meranti Geram dengan Kemenkeu

Views
×

Pakar Kebijakan Publik: Wajar Jika Bupati Meranti Geram dengan Kemenkeu

Sebarkan artikel ini
achmad nur hidayat
Pakar Kebijakan Publik, Achmad Nur Hidayat

Koma.id Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat menyayangkan respons Kementerian Keuangan yang tidak mencerminkan empati sebagai negarawan dan tidak menyentuh substansi yang menjadi sumber keresahan Bupati Meranti.

Meranti adalah Daerah termiskin padahal penghasil minyak mentah. Yang dipersoalkan Kemenkeu justru adalah kekesalan Bupati Meranti yang bertanya bahwa pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diisi iblis atau setan.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Achmad, Kementrian Keuangan diwakili Staf Khusus Kemenkeu, Yustinus Prastowo memberi pernyataan bahwa Kementerian Keuangan juga telah mengalokasikan pada 2022, transfer ke daerah dana desa Rp 872 miliar atau 75 persen APBD Meranti atau empat kali lipat PAD Meranti sebesar Rp 222 miliar.

Yustinus Prastowo pun menuntut Bupati Meranti ini untuk minta maaf secara terbuka dan melakukan klarifikasi agar tidak terjadi penyesatan publik secara lebih luas.

“Sebagai penyelenggara negara harus mencari jalan keluar untuk menjawab keresahan dari Bupati Meranti ini karena pernyataan yang disampaikan oleh Bupati Meranti mewakili keresahan rakyat di daerahnya,” kata Achmad, Senin (12/12/2022).

“Jawaban dari Stafsus Kemenkeu ini hanya seperti lari dari masalah karena pernyataan tersebut tentunya tidak akan menyelesaikan akar permasalahannya,” tambah dia.

“Tentunya sangat wajar jika Bupati Meranti geram. Dan justru ini patut diapresiasi sebagai bentuk perjuangan Bupati Meranti untuk mensejahterakan rakyatnya,” sambung dia.

“Kemenkeu tidak boleh terpancing dan harus tetap menanggapi dengan empati dan kepala dingin untuk memecahkan persoalan yang diangkat oleh Bupati Meranti ini. Harus ada percakapan lebih jauh terkait solusi atas persoalan tersebut sehingga Meranti bisa berkembang lebih baik dan layak sebagai daerah penghasil minyak,” tukasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.