Koma.id – Haikal Hassan Baras atau yang dikenal dengan Ahmad Haikal Hassan baru-baru ini mengungkapkan isi hatinya terkait situasi politik yang kian memanas sejak dulu hingga kini, apalagi menjelang tahun politik 2024.
“Saya sulit mengungkapkan dalam satu kata untuk kita semua, mau dibilang kesatuan, persatuan, kedaulatan, pertahanan, kok semakin hari semakin rapuh. Kalau ada video yang mengungkapkan keburukan orang kok viral banget gitu ya,” kata Haikal dalam kanal Youtube Cyber TV dilihat Jumat (9/12/2022).
Babe Haikal, panggilan akrabnya, juga mengatakan bahwa kadru, cebong, kampret dan segala macamnya adalah bentuk pertikaian yang tak menggunakan hati nurani. Kata dia, setiap orang punya kesalahan tapi agama mengajarkan jangan mengungkap kesalahan orang lain.
“Apalagi videonya jaman dulu kok malah di ungkapkan gitu loh terus malah disebut inilah kadrun, inilah cebong, inilah kampret . Di mana otakmu teman-teman yang melakukan itu, di mana hati nuranimu,” papar dia.
“Setiap orang punya kesalahan, bukankan agama meminta kita untuk menutupi kesalahan orang, bukan mengungkapkan bukan mengumbarkan. Bukankan dosa orang yang mengungkapkan kesalahan orang lain itu lebih jelek lebih para dari pada orang yang melakukan kesalahan itu,” jelas dia.
Artis hingga Anggota DPR Dukung Nadiem
Haikal menerangkan lagi, katanya, pertikaian yang tanpa hari nurani itu menjadikan semasa manusia menjadi liar dan buas menyerang dan menjatuhkan orang lain. Dia berharap pertikaian ini dapat segera dihentikan.
“Jadi liar, buas dalam menyerang saudaranya jadi grasa-grusu untuk kepentingan semata demi untuk menjatuhkan orang lain. Hentikan saudaraku. Yuk kita hentikan, kalaupun ada masa lalu yang jelek, tutupi dan buang, itulah orang beriman. Katanya orang bermoral, katanya orang beriman,” tegas Haikal.
“Sudahlah, Anda tau tidak Indonesia itu nol koma dua persen orang menguasai tujuh puluh empat persen lahan terus Anda masih santai-santai begini aja, masih demen diadu domba. Anda tau tidak negara kita itu sudah tidak bisa bergerak. Partai-partai halah, ada oligarki di belakangnya. Copras-capres halahh, pesenan para oligarki,” jelasnya lagi.
“Kalau ada capres yang gak disetujui oleh oligarki, gak (bakal) jadi kecuali dia capres yang kuat, berani, wibawa, gagah, perkasa, baru bisa gitu loh. Yang lain mah tiggal pencitran di sana-sini,” tukasnya.













