Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

PNIB di Berbagai Daerah Tolak Tegas Aksi Tak Bermanfaat Reuni PA 212 Kepung Istana

Views
×

PNIB di Berbagai Daerah Tolak Tegas Aksi Tak Bermanfaat Reuni PA 212 Kepung Istana

Sebarkan artikel ini
PNIB di Berbagai Daerah Tolak Tegas Aksi Tak Bermanfaat Reuni PA 212 Kepung Istana

Koma.id Organisasi Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menolak adanya helatan Reuni 212 pada Desember mendatang.

Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal merespons PA 212, dan menegaskan dengan pernyataannya kepada awak media.

Silakan gulirkan ke bawah

“Rencana PA 212 mengadakan reuni dalam bentuk demo tidak ada gunanya untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurutnya, ini hanya berujung kepentingan kelompok anti pemerintah.

“Caranya dengan memanfaatkan politik identitas mengatasnamakan umat Islam,” kata Gus Wal.

“Pertanyaannya umat Islam mana yang menginginkan kudeta menurunkan Presiden yang sah?,” kata dia.

“Sudah pasti hanya sekelompok kecil umat Islam yang secara tidak sadar dibiayai dan sedang dimanfaatkan untuk memecah belah situasi” papar Gus Wal.

Puluhan spanduk dan baliho penolakan acara demo reuni berlabel PA 212 muncul di beberapa kota.

PNIB yang anggotanya tersebar di seluruh daerah menampung aspirasi kegelisahan masyarakat terhadap acara tersebut.

Atas inisiatif kader PNIB di tiap daerah, kampanye penolakan akan terus dilakukan agar masyarakat sadar bahaya laten kelompok PA 212.

“PA 212 bersama HTI dan FPI yang sudah dilarang Pemerintah, sudah seharusnya kita tolak apa pun aktivitasnya,” ujar Gus Wal.

“Semakin keras mereka bersikukuh beraktivitas, PNIB akan semakin keras juga melakukan perlawanan, bahkan akan lebih keras,” tandasnya.

Setelah Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan Jombang, menyusul daerah lain yang sepakat menolak acara PA 212.

“Aparat penegak hukum seharusnya melihat ini sebagai aspirasi murni kegelisahan masyarakat, tidak hanya umat Islam tapi segenap keharmonisan hidup berbhineka tunggal ika merasa terusik,” lanjut Gus Wal.

Menurut Gus Wal, PA 212 dalam sejarahnya lahir dari fenomena Pilkada DKI yang berujung dukungahn brutal mengatasnamakan politik identitas.

“Kemenangan Anies Baswedan menjadi luka paling dalam demokrasi di Indonesia,” ungkapnya.

“Diperlukan upaya adu domba antarumat hanya untuk memenangkan jabatan Gubernur DKI, PA 212 sebagai otak dibalik politik identitas ternyata belum puas dengan kesuksesan memenangkan Gubernur DKI Anies Baswedan,” imbuhnya.

“Mereka kini sedang merencanakan agenda yang lebih besar lagi yaitu Pilpres 2024 dengan cara yang sama dilakukan saat sukses memenangkan Pilkada DKI 2017,” pungkas Gus Wal.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.