Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Heboh Spanduk penolakan Anies Baswedan, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu Tolak Khilafah dan Politik Identitas

Views
×

Heboh Spanduk penolakan Anies Baswedan, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu Tolak Khilafah dan Politik Identitas

Sebarkan artikel ini
Heboh Spanduk penolakan Anies Baswedan, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu Tolak Khilafah dan Politik Identitas

Koma.id Spanduk penolakan Anies Baswedan ramai di Bondowoso Jawa Timur. Nama Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) pun menjadi sorotan publik tanah air.

Ketua Umum PNIB AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal menegaskan bahwa di Indonesia harus menolak ideologi transnasional khilafah, radikalisme dan terorisme, serta bahaya laten FPI, HTI, NII, JAD, JAT, JI, ISIS, dsb.

Silakan gulirkan ke bawah

“Tidak pernah ada dan tak akan ada khilafah dan politik identitas di Indonesia,” ujar Gus Wal.

Ia menjelaskan aparat berwajib harus melakukan penindakan yang tegas kepada para kriminal berjubah agama.

“Penindakan tegas aparat tersebut adalah demi keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia dari khilafah radikalisme, terorisme, politik identitas atau politisasi agama, dai provokator, dan bahaya laten FPI, HTI, NII,” tutur Gus Wal.

Indonesia ini sebut Gus Wal bangsa yang berakhlak, beradab dan berbudaya Nusantara, bukan yang lain.

Dia juga menyinggung Islamofobia! Menurutnya tidak ada Islamofobia di Negara yang mayoritas memeluk agama Islam.

“Itu hanya akal-akalan orang-orang itu juga, yang benar itu kita menolak FPI HTI bangkit lagi,” ujar Gus Wal.

Lebih jauh dia menyoroti keberadaan PA 212 yang menurutnya menjadi wadah eks ormas terlarang FPI, HTI dan NII.

“Kita sangat tidak ingin ada lagi FPI di negeri ini, walaupun sudah berganti nama, apalagi mereka bersatu mendukung capres yang terkenal sebagai bapak politik identitas,” tegas Gus Wal.

Gus Wal pun berpesan, “Jaga Kampung Desa dari bahaya laten FPI HTI NII, dan para dai provokator serta ideologi transnasional radikalisme khilafah terorisme.”

“Jaga Bangsa, Bela Negara, Lestarikan Pancasila, Merawat Tradisi Budaya Nusantara” Tolak Politik Identitas dengan Calon Presidennya,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.