KOMA.ID – Gerhana bulan adalah salah satu fenomena alam yang indah dari Sang Maha Pencipta. Pasalnya, kondisi gerhana ini terjadi disebabkan oleh posisi bumi yang menghalangi bulan mendapatkan akses cahaya langsung dari matahari.
Gerhana bulan tersebut akan terjadi pada hari ini, Selasa 8 November 2022. Hampir semua wilayah di Indonesia bisa melihat secara langsung fenomena alam ini.
Berikut adalah beberapa kawasan yang akan ditampilkan oleh keindahan gerhana bulan tersebut:
17.16 WIB, 18.16 WITA dan 19.16 WIT :
Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Maluku. (Kondisi umbra 2).
17.59 WIB :
Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Kalimantan Barat.
18.08 WIT :
Papua dan Papua Barat. (Kondisi Umbra 1 / Gerhana Matahari Total).
18.42 WIB :
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Bengkulu. (Kondisi umbra 3).
Sebagai tambahan, gerhana bulan total bisa dilihat oleh masyarakat di kawasan Indonesia Bagian Barat (19.49 WIB), kawasan Indonesia Bagian Tengah (20.49 WITA) dan kawasan Indonesia Bagian Timur (21.49 WIT).
Sekedar diketahui, bahwa gerhana bulan memiliki 3 fase, yakni gerhana bulan sebagian, gerhana bulan penumbra dan gerhana bulan total. Ketiganya memiliki karakteristik dan keindahannya sendiri-sendiri.
Gerhana Bulan Sebagian biasa disebut sebagai gerhana bulan parsial. Kondisi ini terjadi ketika bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dari sinar matahari. Karakteristik gerhana bulan sebagian ini akan tampak permukaan bulan berada di daerah penumbra, sehingga secara kasat mata bisa terlihat jelas sebagian permukaan bulan bisa disinari oleh matahari.
Gerhana Bulan Penumbra terjadi ketika permukaan bulan berada di aera penumbra. Karakteristik gerhana ini tampak permukaan bulan akan terlihat suram, karena hanya mendapatkan sebagian saja cercahan cahaya matahari yang membias dari permukaan bumi yang menutupinya.
Gerhana Bulan Total adalah kondisi dimana bulan berada penuh di kawasan bayangan umbra. Situasi ini bisa digambarkan matahari, bumi dan bulan berada di area garis lurus.
Saat gerhana bulan berlangsung, umat Islam juga disunnahkan menjalankan shalat khusuf dua rakaat dan satu salam berjamaah, dan setelahnya dilanjutkan dengan khutbah.
Berikut adalah tata cara shalat khusuf :
Tata Cara Shalat Khusuf Gerhana Bulan
Salah satu bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita adalah dengan menjalankan shalat. Ada begitu banyak shalat yang diperintahkan oleh agama, baik dari dalam kategori wajib hingga sunnah. Dan yang sunnah salah satunya adalah shalat Khusuf.
Shalat khusuf adalah amal ibadah yang dijalankan saat fenomena alam gerhana bulan terjadi. Ketika gerhana berlangsung, umat Islam disunnahkan untuk menjalankan shalat dua rakaat dan satu salam.
Bagi Anda yang ingin mengerjakan shalat khusuf saat gerhana bulan terjadi nanti sore hingga malam hari, berikut adalah tata caranya ;
Imam membaca ini sebelum shalat :
الصلاة جامعة رحمكم الله
1. Berniat di dalam hati. Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ (Saya berniat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT).
2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
3. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih).
4. Ruku’
5. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”
6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat alquran. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
7. Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.
8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama, hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
11. Salam.
Setelah itu, imam atau Khotib menyampaikan khutbah sebanyak 2 khutbah (seperti khutbanhya shalat iedul fithri/ideul Adha) kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar serta disunnahkan untuk bersedekah.








