Koma.id – Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Mahfud MD, mengatakan fakta yang ditemukan di lapangan mengenai Tragedi Kanjuruhan jauh lebih mengerikan daripada yang beredar di televisi dan media sosial.
“Ada yang saling gandengan untuk keluar bersama satu keluar satu tertinggal. Yang di luar balik lagi nolong ke temannya terinjak injak mati,” ujar Mahfud Md dalam konferensi pers di Komplek Istana Kepresidenan, Jumat (14/10/2022).
Fernando Emas Apresiasi Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional yang Libatkan 321 WNA
Menurut Mahfud, ratusan korban yang meninggal dan terluka itu disebabkan desak-desakan saat berebut keluar dari pintu stadion.
“Yang mati dan cacat dan serta sekarang kritis itu dipastikan terjadi karena desak-desakan setelah ada gas air mata yang disemprotkan,” ungkapnya.
Sementara soal dampak atau efek racun gas air mata, Mahfud menekankan, masih diperiksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Tetapi apapun hasil pemeriksaan dari BRIN itu tidak bisa mengurangi kesimpulan bahwa kematian massal itu terutama disebabkan oleh gas air mata,” tututupnya.













