KOMA.ID – Saat ini nama Zulfan Lindan sering disebut-sebut namanya karena komentar-komentar politisnya saat ini. Bahkan baru-baru ini, politisi senior DPP Partai NasDem itu menyebut bahwa Anies Rasyid Baswedan adalah antitesa dari sosok Presiden Joko Widodo.
“Jokowi ini kita lihat sebagai tesa, tesis, berpikir dan kerja, tesisnya kan begitu Jokowi. Lalu kita mencari antitesa, antitesannya apa? Dari antitesa Jokowi ini yang cocok itu (adalah) Anies,” kata Zulfan dalam sebuah sesi program Adu Perspektif bertema ‘Adu Balap Deklarasi, Adu Cepat Koalisi’ yang diselenggarakan oleh Total Politik, Selasa (11/10).
Zulfan menuturkan bahwa Anies memiliki kemampuan berpikir yang berkonsep yang dirumuskan dalam kebijakan (policy) ketimbang Presiden Joko Widodo.
Sikap Zulfan Lindan ini disampaikan pasca Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan sebagai Calon Presiden yang diusung mereka untuk maju dalam Pilpres 2024 mendatang.
Namun demikian, ternyata Zulfan Lindan memiliki latar belakang yang bisa dijadikan bahan bacaan. Sebelum aktif sebagai kader Partai NasDem, ia juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk periode kerja tahun 1999-2004.
Kemudian pada tahun 2013, pria kelahiran Banda Aceh 1 Oktober 1956 tersebut memutuskan untuk berpindah partai. Dengan jaket partai yang baru yakni NasDem, ia pun dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Bidang Energi, SDA dan Lingkungan Hidup.

Selanjutnya, pada saat PT Jasa Marga Tbk melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 11 Juni 2020, anak buah Surya Paloh itu didapuk menjadi Wakil Komisaris Utama atau Komisaris Independen perusahaan konstruksi jalan itu.













