koma.id – Ratusan masyarakat suporter sepakbola yang ada di perbatasan Indonesia Timor Leste melakukan aksi turun kejalan dengan seribu lilin di kota Atambua, diikuti para aparat kepolisian dari Polres Belu sebagai bentuk berbela sungkawa terhadap korban yang meninggal akibat kerusuhan yang terjadi di stadion Kanjuruhan Malang, namun para pencinta sepakbola ini berharap agar kerusuhan di Malang tersebut merupakan pelajaran berharga bagi dunia sepak bola di Indonesia.
Kiki Kolo Milanis Atambua mengatakan kegiatan aksi seribu lilin ini bertujuan untuk mendoakan saudara kita yang sedang mengalami musibah, dengan aksi seribu lilin ini kita bersama mendoakan keselamatan jiwa para korban yang meninggal.
“Prihatin dan tidak terulang dan saya yakin para pecinta sepakbola sangat berbela sungkawa atas kejadian ini, ini menjadi pelajaran untuk kami.” Kata warga Atambua Kiki Kolo. (5/10/2022)

Selain itu kapolres Belu AKBP Yoseph Krisbianto mengatakan kegiatan seribu lilin ini sebagai bentuk rasa kepedulian dari masyarakat Indonesia atas peristiwa yang menelan banyak korban jiwa.
“Meskipun kita jauh di daerah perbatasan namun kita juga masyarakat Indonesia oleh karena itu melalui aksi seribu lilin dan doa bersama ini dapat memberikan keselamatan bagi korban yang meninggal dan juga keluarga yang di tinggalkan mendapat penguatan dari penghiburan tuhan.” Ujar Kapolres Belu AKBP Yoseph Krisbianto.”
Kapolres Belu menambahkan, semoga kejadian di Malang memberikan pelajaran kepada kita semua secara khusus di wilayah kabupaten Belu, tidak ada bola seharga nyawa manusia.
Setelah menyalakan lilin dan berdoa bersama para suporter bola dan para pemain sepakbola membubarkan diri dengan tertip kembali ke tempat tinggalnya masing – masing.








