Koma.id – Keluarga korban mutilasi empat warga sipil di Papua yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI mendesak pengungkapan kasus tersebut secara transparan. Kemudian bentuk tim independen, pasalnya diduga kuat ada desain pelanggaran HAM.
“Jadi perlu tim yang independen, di luar polisi dan juga TNI, dan keluarga melihat ada desain pelanggaran HAM berat, jadi seharusnya Komnas HAM RI, yang melakukan investigasi, biar lebih independen,” kata kuasa hukum keluarga korban, Gustaf Rudolf Kawer, Minggu (4/9/2022).
Pihak keluarga juga meminta agar organ tubuh korban bagian kepala dan kaki untuk segera ditemukan. Hal tersebut dinilai penting untuk mengungkap kasus ini.
“Kita mau tahu, luka tembakan dan berapa peluru yang ada di tubuh, di kepala,” tutupnya.
Diketahui, Polisi sudah melakukan rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi itu selama sembilan jam di Mimika, Sabtu (3/9/2022). Dari rekonstruksi tersebut diperoleh gambaran peran oknum anggota TNI dalam pembunuhan yang terjadi pada 22 Agustus lalu.












