Koma.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria diduga menodongkan pistol ke kepala pengemudi taxi online Grab viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan dekat KFC Paradise Viktor, wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), sekitar pukul 20.30 WIB.
Dalam unggahan yang beredar, disebutkan insiden bermula dari senggolan antara mobil pelaku dan kendaraan milik korban yang merupakan pengemudi taxi online Grab. Korban mengaku sempat berhenti di belakang kendaraan pelaku untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik.
Namun, situasi justru memanas. Pelaku disebut keluar dari mobil dan terlibat cekcok dengan korban. Versi narasi yang beredar menyebutkan pelaku tidak menerima penjelasan korban dan berusaha memukulnya dari arah kanan dan kiri.
Korban mengaku mencoba menghindar dan menghalangi pukulan tersebut. Tidak lama kemudian, pelaku disebut mengeluarkan pistol dan menodongkannya ke kepala korban. Selain itu, korban juga mengaku sempat diborgol serta didorong hingga mengalami luka di bagian hidung dan siku akibat terbentur.
Dalam narasi yang sama, pelaku disebut mengaku sebagai aparat TNI. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang membenarkan identitas maupun status pelaku tersebut.
Sempat Diminta Damai dengan Uang
Korban menyatakan sempat diajak ke kantor polisi untuk menyelesaikan persoalan. Namun di tengah situasi tersebut, pelaku disebut meminta uang damai sebesar Rp900.000. Korban mengaku tidak memiliki uang karena sedang tidak menerima pesanan (order) saat kejadian.
Korban juga menyebut kerusakan pada mobilnya justru lebih parah dibandingkan kendaraan pelaku.
Informasi yang beredar turut mencantumkan sebagian nomor polisi kendaraan yang diduga digunakan pelaku, yakni B 1320 (nomor lengkap belum dapat dipastikan).
Menunggu Klarifikasi
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun TNI terkait kebenaran peristiwa tersebut, termasuk status kepemilikan senjata yang digunakan dan identitas pelaku.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan penggunaan senjata api dalam konflik lalu lintas serta klaim sebagai aparat. Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera memberikan klarifikasi dan memastikan proses hukum berjalan transparan.
Jika terbukti melanggar hukum, siapapun pelakunya, baik warga sipil maupun aparat, diharapkan diproses sesuai hukum yang berlaku.













