Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Hukum

Kopda M Diduga Kuat Terlibat Penembakan Istrinya Sendiri, Panglima TNI Bilang Begini

Views
×

Kopda M Diduga Kuat Terlibat Penembakan Istrinya Sendiri, Panglima TNI Bilang Begini

Sebarkan artikel ini
Jenderal TNI Andika Perkasa
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (Foto: Koma.id/Tangkapan layar YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa)

Koma.id Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menerangkan prajurit Artileri Pertahanan Udara atau Arhanud Semarang, berinisial Kopda M diduga kuat terlibat dalam kasus penembakan istrinya.

“Dugaan memang kuat karena suami dari korban ini lari sejak hari pertama; dan bukti-bukti investigasi sudah mengarah kepada beberapa orang yang kami lebih cenderung juga mengaitkan ke suami korban,” kata Andika di Mako Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dikutip Sabtu (23/7/2022).

Silakan gulirkan ke bawah

Ditegaskan dia, petugas juga memeriksa jejak elektronik yang mengarah dengan adanya dugaan keterlibatan Kopda M. Andika mengatakan pihaknya sudah mengantongi sejumlah saksi, di antaranya orang yang memiliki hubungan asmara dengan Kopda M.

“Kami sudah memiliki saksi-saksi, termasuk saksi yang memang memiliki hubungan khusus asmara dengan suami korban ini,” ujarnya.

“Apakah kesenangan pribadi yang kemudian memberikan dorongan untuk melakukan apa saja, menghalalkan segala cara. Ini akan kami usut tuntas,” tegasnya.

Andikan menyatakan, pihaknya akan memberikan hukuman kepada pelaku penembakan.

“Pasal yang kami kenakan akan maksimal, antara lain adalah pasal 340, termasuk 53 jo 340 KUHP; sehingga kami pastikan semua pasal yang bisa dikenakan. Percaya pada kami, kami akan tuntaskan semuanya,” tuturnya.

Sebelumnya, Pengamat intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta, menduga kuat kasus penembakan terhadap istri Anggota TNI di Banyumanik, Semarang, Jawa tengah, lebih dominan masalah internal keluarga dan bukan teror untuk menciptakan ketakutan massa.

“Kalau aku lihat kasus itu, nampak sekali itu lebih dominan ke internal keluarga. Jadi terbuktikan begitu peristiwa itu terjadi suaminya gak ada kan,” kata Stanislaus Riyanta kepada Koma.id, Jumat (22/7/2022).

“Kalau teror nggak. Definisi teror itu membuat ketakutan masyarkat banyak. Ini kan targetnya spesifik satu orang kan. Bukan teror kalau ini. Kalau teror itu targetnya banyak orang menciptakan ketakutan di massa,” sambungnya.

Stanislaus menegaskan, kasus penembakan istri anggota TNI itu mengarah kepada selektif target yang bisa dimungkinkan dilandasi permasalahan dengan pelakunya. Kata, dia, tidak menutup kemungkinan pelaku bagian dari pesanan dari aktor lain.

“Ini lebih ke selektif target, target tertentu yang menurut saya memang ada masalah antara pelaku, pemesannya atau targetnya. Bisa jadi pelakunya hanya pesanan kan. (murni) Kriminal karena ini sebagai target,” katanya.

Stanislaus juga menyinggung jenis senjata yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi penembakan. Menurutnya, dari jenis senjata dapat diketahui indikasi motif dari pelaku tersebut.

“Harus di cek lagi itu senjatanya apa kok arahnya ke perut? Kalau profesional bisa nembak belum tentu kan. Karena kalau tembakannya profesional bisa jadi hanya untuk melumpuhkan, untuk memberi peringatan, mematikan kan beda-beda kan,” ungkapnya.

“Beda juga senjatanya, benar-benar senjata api atau hanya airsoft gun. Saya kira itu harus dibuktikan dulu dari senjatanya, ketemu orang motifnya apa, siapa yang nyuruh. Tapi kalau dilihat itu kriminal bukan teror. Kriminalitas,” ujarnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.