Gulir ke bawah!
Nasional

Keliru Kelola Ekonomi Ketahanan Finansial di Ujung Tanduk, Sebaiknya Jokowi Mundur Teratur

4478
×

Keliru Kelola Ekonomi Ketahanan Finansial di Ujung Tanduk, Sebaiknya Jokowi Mundur Teratur

Sebarkan artikel ini

Koma.id – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Lintas Provinsi mengulitimatum Presiden Joko Widodo segera mundur teratur tanpa pakasaan dari rakyat.

Demikian kata Presidium KAMI Jawa Timur, Prof. Daniel M. Rasyid. Alasan KAMI getol mendesak Jokowi mundur dari jabatannya sebagai Presiden itu termaktub dalam pernyataan sikap bersama sebagai berikut:

Silakan gulirkan ke bawah

Pertama, masalah yang dihadapi oleh negara saat ini terlampau berat, sementara Pengelolaan Negara sudah Amburadul. APBN makin jebol, Utang pemerintah mencapai Rp. 7.000 triliun lebih, dan Menanggung beban bunga sekitar Rp. 400 Triliun setahun.

Pemerintah memiliki Utang kepada Pertamina dan PLN masing-masing sekitar Rp.100 Triliun, sedangkan Kedua BUMN Strategis tersebut juga mengalami Kesulitan Utang yang akan jatuh tempo.

Tidak sedikit Perusahaan Negara yang harus disuntik dana penyertaan modal negara (PMN), supaya BUMN  bisa bertahan hidup. Karena utang Perusahaan Negara sangat besar seperti Garuda Indonesia, BUMN Karya, Krakatau Steel, PTPN, PT Angkasa Pura, PLN dan Pertamina.

Kedua, Jokowi telah leliru dalam mengelola ekonomi negara. Saat ini keadaan daya Beli Rakyat yang Merosot.., Pemerintah malah Memaksa Menaikkan Pajak PPN 11 persen dan Menaikkan BBM, termasuk gas dan listrik.

Usaha ini akan gagal memperbaiki kondisi ekonomi, karena kontraproduktif dengan usaha meningkatkan daya beli.

Ketiga, ketahanan finansial pemerintah di ujung tanduk. Pemerintah berutang ke BI dalam jumlah besar sebagai pelanggaran moneter yang berat. Lembaga Internasional IMF telah melarang BI memberi utang pada pemerintah.

Pemerintah juga di topang oleh oligarki pengusaha dan tersandera oleh para mafia, salah satunya terbukti pemerintah tidak berdaya sama sekali mengendalikan harga minyak goreng.

Ketidakpercayaan masyarakat dengan kemampuan Jokowi dalam mengelola negara di khawatirkan akan berlanjut tanpa jalan keluar. Buntutnya Indonesia bisa terjebak dalam utang dan ketergantungan pemerintah terhadap China (RRC).

“KAMI Lintas Provinsi menyatakan dan memohon agar Presiden Jokowi segera? Menyatakan mundur secara baik-baik atas kemauannya sendiri. Jangan sampai mundur karena di paksa oleh rakyat dan berisiko akan terjadi jatuhnya korban yang tidak kita inginkan bersama,” tutupnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.