Gulir ke bawah!
Ekonomi

Kenaikan Tarif Listrik Hanya Berlaku untuk 2 Juta Orang Kaya

6163
×

Kenaikan Tarif Listrik Hanya Berlaku untuk 2 Juta Orang Kaya

Sebarkan artikel ini
Konferensi pers kenaikan tarif listrik rumah non subsidi dengan daya 3.500 VA ke atas di Jakarta, Senin (13/6/2022). (Foto: Dok. PLN)

Koma.id – Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menegaskan, kenalikan tafir listik untuk untuk 5 golongan pelanggan non subsidi, yakni pelanggan 3.500 VA ke atas, mulai 1 Juli 2022.

Rida menjelaskan pelanggan listrik PLN non subsidi saat ini ada 13 golongan. Sementara, penyesuaian ini hanya diterapkan pada 5 golongan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kenaikan tarif listrik berlaku mulai 1 Juli. Sekarang masih berlaku tarif lama,” kata Rida Mulyana.

“Diputuskan yang kita sesuaikan untuk R2, R3 dan sektor pemerintah atau P atau publik. Jadi tarif listrik yang disesuaikan adalah R2, R3, P1, P2, dan P3 saja,” katanya.

Ditegaskan Rida, tarif listrik baru akan berlaku bagi pelanggan rumah tangga R2 dengan daya listrik 3.500 VA sampai 5.500 VA dan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas.

Kemudian, kenaikan tarif listrik juga berlaku bagi kantor pemerintahan golongan P1 dengan daya 6.600 VA sampai 200 kVA, P2 dengan daya di atas 200 kVA, dan P3.

Sementara, tarif listrik untuk rumah tangga naik dari Rp 1.444,7 per kWh menjadi Rp 1.699 per kWh. Dengan kata lain, biaya listrik akan naik 17,64 persen.

Tarif itu juga berlaku bagi kantor pemerintahan golongan P1 dengan daya 6.600 sampai 200 kVA. Namun, untuk kantor pemerintahan P2 dengan daya lebih dari 200 kVA, tarif listrik akan naik 36,61 persen dari Rp 1.114,7 kWh menjadi Rp 1.522 kWh.

Rida menambahkan kenaikan tarif listrik untuk golongan tersebut akan menghemat APBN Rp 3,5 triliun.

Ia juga menyebut kenaikan tarif listrik ini hanya berdampak 0,01 persen terhadap inflasi.

Hal itu berdasarkan hitungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Dampak ke inflasi 0,01 persen, tidak terlalu berdampak,” jelas Rida.

Penyesuaian tarif listrik ini dilakukan setelah pemerintah menimbang sejumlah indikator makro. Rida mengatakan, pelanggan rumah tangga yang tarifnya disesuaikan adalah pelanggan golongan menengah atas.

“Yang kita sesuaikan rumah tangga menengah atas, nyaris mewah,” ujarnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.