Koma.id – Dakwah harus tetap jalan, umat yang belum paham dikasih paham, yang salah paham dibenarkan pahamnya.
Demikian diungkapkan eks Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam diskusi Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD), Jumat (10/6) malam dengan tema ‘Di Balik Tuduhan Radikalisme dalam Deklarasi Anies?’
Ismail Yusanto mengajak agar menjadikan politik sebagai alat untuk mendakwahkan islam.
Sayangnya, kata dia, situasi sekarang cenderung soal advantage dan disadvantage.
“Jadi tempatkan diri, jadi subyek menggerakkan politik atau obyek politik. Kita tidak boleh menyerah dengan oligarki, tetap berjuang di jalan Allah,” kata Ismail Yusanto.
Kemarin, kata Ismail Anies Baswedan memberikan advance tapi tidak dikehendaki bagi rival.
Menurutnya, dari sekian banyak ini mungkin akan dieksploitasi dan cara lain untuk proses degradasi.
“Apa yang ingin dibilang oleh mereka? Bahwa ini calon presiden yang didukung oleh kelompok radikal dan kelompok terlarang dengan bukti ada bendera ini,” katanya.












