Koma.id – Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando EMaS, menilai adanya bendera tauhid pada saat acara deklarasi Anies Baswedan sebagai capres semakin membuktikan bahwa Anies lebih dekat dengan kelompok Islam yang diduga intoleran.
“Melihat pengalaman pilkada DKI Jakarta, pada saat itu Anies dan timnya mempolitisir agama untuk mendapatkan posisi Gubernur DKI Jakarta,” kata Fernando, Jumat 10 Juni 2022.
“Sehingga tidak mengagetkan ketik ada ditemukan bendera tauhid di lokasi deklarasi capres Anies Baswedan,” sambungnya.
Dia menyarankan agar pihak kepolisian mengusut tuntas mengenai adanya bendera tauhid di lokasi deklarasi tersebut.
“Saya sangat berharap Anies tidak akan ikut kontestasi pada pilpres 2024. Akan sangat membahayakan stabilitas negara kalau saja Anies ikut pilpres 2024 dan menggunakan cara seperti DKI Jakarta yang mengeksploitasi agama untuk mendapatkan ambisinya,” katanya.
Ditegaskan Fernando, dampak politik identitas pada pilpres 2019 masih belum dapat dipulihkan sampai saat ini yang menyebabkan antara pendukung Jokowi dan Prabowo sampai saat ini masih saling berlawanan dan belum tuntas melakukan rekonsiliasi.
“Apalagi kalau sampai pada pilpres 2024 masih menggunakan politik Identitas, maka akan semakin membahayakan kedaulatan negara dan persatuan antar masyarakat Indonesia,” katanya.












