Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Subsidi Energi Tembus Rp376,8 Triliun

×

Subsidi Energi Tembus Rp376,8 Triliun

Sebarkan artikel ini
Suahasil Nazara Menkeu
Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara. (Foto / Istimewa)

Koma.id – Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan pembayaran subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp376,8 triliun hingga September 2026, melonjak 54,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp244,6 triliun, atau setara 84,3 persen dari target APBN 2026.

Peningkatan pembayaran ini membantu memperkuat arus kas badan usaha penyalur barang bersubsidi di tengah kenaikan konsumsi BBM sebesar 9,1 persen menjadi 13.408,6 ribu kiloliter, LPG naik 2,2 persen menjadi 5.761 juta kilogram, jumlah pelanggan listrik bertambah 2,1 persen, realisasi volume pupuk meningkat 15,7 persen, serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tumbuh 7,9 persen.

Silakan gulirkan ke bawah

Suahasil menjelaskan, kebutuhan subsidi dan kompensasi energi dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (ICP), nilai tukar rupiah, serta peningkatan konsumsi energi bersubsidi.

“Gejolak harga minyak akibat dinamika geopolitik global juga berpotensi menambah tekanan anggaran, seperti yang pernah terjadi saat konflik Rusia-Ukraina pada 2022, sedangkan subsidi nonenergi terutama dipengaruhi peningkatan pembayaran subsidi pupuk,” jelasnya, dikutip Senin (12/10/2026).

Secara keseluruhan, belanja negara hingga September 2026 mencapai Rp2.660,5 triliun atau 69,2 persen dari pagu APBN, tumbuh 19 persen secara tahunan.

Belanja pemerintah pusat tercatat Rp2.061,3 triliun atau 65,4 persen dari pagu, meningkat 29,6 persen, yang terdiri atas belanja kementerian/lembaga sebesar Rp1.069,4 triliun atau 70,8 persen dari pagu dengan pertumbuhan 33,5 persen, serta belanja nonkementerian/lembaga sebesar Rp991,9 triliun atau 60,5 persen dari pagu, naik 25,7 persen.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.