Koma.id – Ribuan warga dari berbagai daerah terus memadati dan berdatangan komplek pemakaman Sunan Gunung Jati sejak pagi di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Bahkan warga yang sudah menunggu sejak pagi menanti saat rombongan memasuki Pasanggrahan Astana.
Dalam tradisi grebek Syawal setiap tahun dilakukan oleh keluarga Keraton Kanoman sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena dapat melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh.
Ledakan Pasar Cimanggis Diduga Berasal dari Tabung LPG, Delapan Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Tradisi yang biasa dilakukan 7 hari setelah lebaran ini sebagai bentuk pengukuhan persaudaraan antara Sultan dan masyarakat luas yang berziarah, sementara ribuan warga juga tampak melakukan doa-doa di sekitar kompleks makam Sunan Gunung Jati.
“kita sebagai family cukup bangga bisa mengadakan acara ini dan berkeingnan selalu ada kunjungan atau Silaturahmi seperti ini agar kita sama-sama menjaga keluhuran ini,.” Ujar patih sebagai Perwakilan Kesultanan Kanoman, Pangeran Raja Mohammad Patih Qadiran. Sabtu (29/04/2023)
Sementara tradisi grebek Syawal sendiri bermakna ziarah bersama-sama yang dipimpin langsung oleh Patih Keraton Kanoman.
Selain ziarah tradisi ini juga dilakukan untuk menjalin silaturahmi antara keraton dengan masyarakat umum.









