Koma.id, JAKARTA — Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra menjadi momentum yang memperlihatkan pentingnya menjaga silaturahmi di tengah perbedaan politik.
Prabowo bertakziah ke kediaman Megawati di Jakarta pada Senin (28/9/2026) malam. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menyampaikan duka cita dan penghormatan kepada keluarga atas berpulangnya Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno sekaligus adik Megawati.
Sutradara Jasper Lance Bongkar Sisi Psikologis Intoleransi dan Bullying Lewat Film Ageman
Dalam kunjungan itu, Prabowo didampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Megawati menerima langsung kedatangan Presiden bersama sejumlah anggota keluarga, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani.
Menurut Anto, kehadiran Prabowo di kediaman Megawati tidak hanya merupakan bentuk penghormatan kepada keluarga yang tengah berduka, tetapi juga menunjukkan bahwa hubungan antartokoh nasional tetap dapat terjaga meski terdapat perbedaan posisi politik.
“Perbedaan politik tidak boleh memutus hubungan silaturahmi. Apa yang ditunjukkan Pak Prabowo dengan datang langsung ke rumah Ibu Megawati merupakan teladan bahwa kepentingan bangsa dan nilai-nilai kemanusiaan harus tetap ditempatkan di atas perbedaan,” ujar Anto dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Ia juga menyoroti kehadiran Dasco dalam rombongan Presiden. Menurut Anto, komunikasi dan hubungan baik antartokoh dari berbagai kekuatan politik dapat menjadi bagian dari upaya menjaga ruang dialog dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Anto menilai hubungan baik antarpemimpin nasional merupakan salah satu modal sosial dalam menjaga suasana politik yang tetap kondusif. Karena itu, ia mendorong agar silaturahmi dan komunikasi lintas kelompok politik terus dipelihara.
Pernyataan tersebut sejalan dengan keterangan Puan Maharani yang menyebut pertemuan Prabowo dan Megawati berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Puan juga mengatakan keduanya sempat berbincang mengenai persoalan bangsa dan negara serta pentingnya menjaga keakraban.
Sementara itu, keterangan resmi pemerintah menyebut kunjungan Prabowo dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada Megawati dan keluarga atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Bagi Anto, momentum tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kehidupan demokrasi memungkinkan adanya perbedaan pandangan politik tanpa harus menghilangkan rasa persaudaraan sebagai sesama warga negara.
“Bangsa ini membutuhkan keteladanan. Kalau para pemimpinnya bisa menjaga hubungan baik meskipun memiliki perbedaan pandangan, masyarakat juga akan belajar bahwa persatuan jauh lebih penting daripada permusuhan politik,” katanya.
Anto berharap komunikasi dan silaturahmi antartokoh nasional terus dijaga sehingga perbedaan politik tidak berkembang menjadi perpecahan di tengah masyarakat.
“Prabowo, Megawati, dan Dasco menunjukkan bahwa silaturahmi harus tetap dijaga. Persatuan Indonesia tidak boleh dikorbankan hanya karena perbedaan politik. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi tetap satu bangsa dan satu tanah air,” pungkas Anto Kusumayuda.














