Koma.id – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memerintahkan pihaknya untuk menindak tegas oknum – oknum masyakarat yang berbuat rusuh paska penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe oleh KPK di Jayapura.
Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam kunjungan kerjanya bersama Panglima TNI ke Kota Sorong.
Polri menambah seribu lebih personel untuk mengamankan 9 wilayah di Papua paska penangkapan tersangka dugaan suap oleh KPK.
Aksi AMPB Berakhir! Surat Komitmen DPR soal RUU Perampasan Aset Dibacakan, Massa Pilih Pulang
Paska penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe oleh KPK di Jayapura sempat terjadi perlawanan oleh sekelompok massa yang hendak menerobos masuk areal bandara Theys Eluay Sentani, Kabupaten Jayapura.
Mereka hendak menghentikan proses dibawanya Lukas ke Jakarta oleh KPK, pihak Kepolisian melakukan tindakan tegas menghalau massa yang anarkis dengan menyerang petugas di depan Bandara Sentani.
“Dari hasil laporan anggota dan informasi yang ada, sempat terjadi aksi bentrok pada saat kelompok ke Bandara dan ada tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat.” Ujar Kapolri (10/01/2023)
Kapolri menambahkan bahwa situasinya saat ini sudah mulai kondusif dan personil dibahkankan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi peningkatan gangguan kamtibmas.
Sedikitnya 4 warga terkena tembakan aparat Kepolisian, satu orang dilaporkan tewas, warga yang meninggal tersebut menurut kepolisian hendak memaksa masuk wilayah bandara dengan menyerang petugas.
3 warga lainnya masih di rawat di RSUD Kabupaten Jayapura, dimana 2 warga yang terkena tembakan aparat merupakan warga sipil dan 1 orang lainnya adalah pendukung setia Lukas Enembe.
Lukas Enembe tersangka dugaan suap sejumlah proyek miliaran rupiah di tangkap di sebuah rumah makan di wilayah Abepura Kota Jayapura, selasa siang tadi.
Lukas diamankan oleh KPK dan langsung di bawa ke Jakarta dimana sebelumnya lukas diamankan di Mako Brimob Polda Papua.
KPK mengamankan Lukas Enembe karena hendak berangkat ke Mamid, Kabupaten Tolikara dimana KPK menduga Lukas hendak melarikan diri ke luar Papua.
Polisi menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan dan dapat mengganggu Kamtibmas di wilayah Kota Jayapura dan Papua pada umumnya.














