Koma.id– Pertemuan peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-65 dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, memantik sorotan tajam berbagai pihak. Pasalnya meski dikemas sebagai agenda silaturahmi, sejumlah pihak memandang pertemuan yang digelar di kediaman pribadi Jokowi itu menyisakan tanda tanya besar terkait netralitas dan independensi institusi kepolisian.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menyebut bahwa momen ini memperkuat dugaan publik bahwa Jokowi memiliki peran aktif dalam pengaruh dalam partai coklat (parcok).
Tokoh militer sekaligus politisi Suryo Prabowo turut melayangkan pertanyaan terhadap penghapusan unggahan foto pertemuan tersebut di akun Instagram resmi Sespimmen Polri. Menurutnya, tindakan tersebut justru menimbulkan kesan seolah ada sesuatu yang ditutupi dari publik.
Sementara itu, Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa pertemuan yang diklaim sebagai ajang silaturahmi itu sulit diterima begitu saja.
Apalagi pertemuan dikaitkan dengan narasi kepemimpinan menghadapi tantangan global pada era digital, kecerdasan buatan atau kecerdasan artifisial (AI) serta robotic.








