Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahNasional

Pesan Menag di MTQ: Dekat Alquran Harus Jauh dari Korupsi

×

Pesan Menag di MTQ: Dekat Alquran Harus Jauh dari Korupsi

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Nasaruddin Umar

Koma.id | Semarang – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum kebangsaan untuk meneguhkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan nyata. Ia mengingatkan, kedekatan dengan Alquran harus tercermin dalam integritas, akhlak, dan perilaku, bukan sekadar bacaan atau hafalan.

Dalam pidato pembukaan MTQ, Nasaruddin menekankan pentingnya menjauhi praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Orang yang dekat dengan Alquran harus menjadi pribadi yang paling dapat dipercaya, paling sungguh-sungguh bekerja, dan paling jauh dari korupsi serta penyalahgunaan kewenangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Alquran diturunkan untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan. Nilai Qurani, menurutnya, harus hadir di berbagai ruang kehidupan:

  • Dalam keluarga melalui kasih sayang, tanggung jawab, musyawarah, dan penghormatan.
  • Dalam lingkungan kerja lewat amanah, kedisiplinan, profesionalisme, dan pelayanan yang adil.
  • Dalam masyarakat melalui sikap saling mengenal, menolong dalam kebaikan, serta tabayyun sebelum menyebarkan informasi.

Nasaruddin menekankan, semakin dekat seseorang dengan Alquran, semestinya semakin mulia akhlaknya, santun tutur katanya, menghormati perbedaan, dan besar kontribusinya bagi persatuan Indonesia. Ia juga menegaskan pentingnya keadilan, perlindungan terhadap kelompok lemah, serta penghormatan terhadap kemajemukan dalam kehidupan berbangsa.

“MTQ ini harus menjadi momentum berhijrah, agar Alquran benar-benar menjadi cahaya yang menuntun bangsa menuju kehidupan rukun, maju, adil, sejahtera, dan berkeadaban,” katanya.

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026 di 12 venue di Kota Semarang. Sebanyak 2.242 peserta dari seluruh provinsi berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori lomba. Untuk mendukung pelaksanaan, Menag telah mengukuhkan tujuh Dewan Pengawas dan 155 Dewan Hakim.

Nasaruddin juga mengumumkan bahwa mulai tahun ini, MTQ akan digelar setiap tahun, menggantikan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) yang sebelumnya diadakan bergantian.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.