Koma.id | Banjarmasin – Tim SAR Gabungan terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa. Hingga Minggu (13/09) sore, sebanyak 113 orang berhasil dievakuasi, terdiri atas 107 selamat dan enam meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyebut masih ada 130 orang yang dalam pencarian. Kapal Virgo Transport 8 diketahui membawa 213 penumpang dan 30 kru saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Polda Banten Pastikan Tiga Jenis Barang Temuan Hari ke-5 Bukan Milik Rombongan Jurnalis Hilang
“Berhasil dievakuasi 113 orang, selamat 107 orang dan enam meninggal dunia. Dalam pencarian 130 orang per pukul 15.00 WITA,” kata Sudayana.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan sejumlah kapal di sekitar lokasi turut mengevakuasi korban:
- TB Mauhau IX: 14 orang selamat, satu meninggal, satu cedera berat.
- TB TCP: satu orang selamat, lima meninggal.
- MV Haida: 69 orang selamat.
- KM Cahaya Bahari: 22 orang selamat.
Sejumlah kapal yang membawa korban masih dalam perjalanan menuju Pelabuhan Banjarmasin untuk penanganan lebih lanjut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan seluruh sumber daya dikerahkan untuk memastikan pencarian berjalan maksimal. Total 280 personel gabungan terlibat, terdiri atas Basarnas, TNI AL, Polairud, KSOP, Distrik Navigasi, Pelindo, BPBD, Damkar, PMI, PSC, serta potensi SAR masyarakat.
“Kami berharap seluruh penumpang yang selamat kondisinya baik sehingga dapat kembali ke keluarga dengan segera,” ujar Dudy.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa pada Minggu sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/9) dengan tujuan Banjarmasin membawa total 243 orang. Setelah laporan diterima, Basarnas segera mengerahkan kapal SAR gabungan dan unsur udara untuk menyisir lokasi kejadian.
Operasi pencarian masih berlangsung untuk menemukan 130 penumpang dan kru yang belum diketahui keberadaannya. Pemerintah menegaskan pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.









