Koma.id | Banjarmasin – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa menghadapi tantangan cuaca ekstrem dengan gelombang mencapai 2,5 meter. TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan kapal perang berukuran besar untuk mendukung pencarian.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, menjelaskan koordinasi cepat dilakukan bersama Basarnas dan Komando Atas. Dua unsur utama disiapkan, yakni KRI Nala yang sudah berangkat menuju lokasi kejadian, serta KRI I Gusti Ngurah Rai yang siaga di Surabaya.
Polda Banten Pastikan Tiga Jenis Barang Temuan Hari ke-5 Bukan Milik Rombongan Jurnalis Hilang
“KRI Nala adalah kapal perang jenis korvet dengan panjang sekitar 100 meter. Kapal ini lebih mampu menghadapi kondisi gelombang tinggi di Laut Jawa,” ujar Galih di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/09).
Gelombang setinggi 2,5 meter membuat kapal penolong berukuran kecil berisiko jika dipaksakan masuk ke lokasi pencarian. Oleh karena itu, TNI AL memprioritaskan alutsista bertonase besar untuk menjamin keselamatan personel dan efektivitas operasi.
Operasi ini mendapat atensi langsung dari pemerintah pusat. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Kepala Basarnas dijadwalkan hadir di Banjarmasin untuk memberikan arahan tambahan.
Sementara itu, suasana haru masih menyelimuti ruang tunggu Pelabuhan Penumpang Trisakti Banjarmasin yang dijadikan posko informasi terpadu. Puluhan keluarga penumpang KM Virgo Transport 8 terus memantau pembaruan manifest resmi dan perkembangan pencarian, berharap kerabat mereka segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Galih mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. “Info valid hanya berasal dari posko Basarnas,” tegasnya.









