Koma.id | Banten – Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari keenam dengan hasil nihil. Tim SAR gabungan hanya menemukan sejumlah benda berupa tiga jaket pelampung, dua terpal, dan satu galon di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Rakata.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan selama sembilan jam di enam sektor, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat maupun survivor.
Polda Banten Pastikan Tiga Jenis Barang Temuan Hari ke-5 Bukan Milik Rombongan Jurnalis Hilang
“Melaksanakan pencarian kurang lebih sembilan jam dengan hasil nihil,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (13/09).
Temuan benda dilakukan oleh sejumlah unsur SAR:
- KRI Teluk Gilimanuk menemukan satu life jacket di selatan Perairan Pulau Sangiang.
- KAL Anyer menemukan satu life jacket di barat laut Suar Tanjung Koneng.
- KM Bima menemukan satu life jacket di sekitar Pulau Rakata.
- RIB 02 Lampung menemukan satu terpal dan satu galon di sekitar Pulau Sebesi.
Identitas Korban Hilang
Delapan orang yang belum ditemukan terdiri atas tiga kru kapal dan lima jurnalis:
- Warta (Kapten kapal, 55 tahun)
- Surakman (ABK, 60 tahun)
- Heriyanto (Guide, 49 tahun)
- M. Bagus Khoirunnas (Antara)
- Arie Basuki (Merdeka.com)
- Yudistiro Pranoto (iNews.id, 43 tahun)
- Firdaus Wajidi (Anadolu Agency)
- Donal Husni (Freelance)
Sebanyak 14 alutsista dikerahkan, terdiri atas tiga KRI, satu KAL, tiga kapal Polair, tiga KN SAR, dua RIB, serta dua speedboat masyarakat. Penyisiran dilakukan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Sangiang, Anyer, hingga Pulau Sebesi.
Amrad menegaskan bahwa seluruh benda yang ditemukan belum dapat dipastikan berkaitan dengan rombongan jurnalis. “Objek-objek tersebut telah dan akan kami serahkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti lebih lanjut,” katanya.
Speedboat Arupadhatu 1 bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin 7 September 2026 pukul 14.00 WIB menuju Gunung Anak Krakatau. Kapal dilaporkan hilang kontak pada pukul 14.42 WIB di perairan Carita, Anak Krakatau. Komunikasi terakhir tercatat pukul 18.13 WIB sebelum kapal tidak lagi terhubung.








